Merubah Persfektif kita

alkisah ada sebuah dialog antara si pembuat jam dengan jam yang akan dibuatnya,berikut dialog mereka :

Pembuat Jam : hai jam, sanggupkah kamu berdetak paling tidak 31.104.000 kali selama setahun?
Jam : haaaaa? ga kurang banyak tuh?? mana sanggup saya
Pembuat Jam : hmmmm, bagaimana kalau 86.400 kali dalam sehari?
Jam : delapan puluh enam ribu empat ratus kali?? denganjarum2 yang sekecil ini??
Pembuat Jam : bagaimana kalau 3.600 kali dalam satu jam?
Jam : (dengan penuh keraguan ) wah kalo itu masih banyak sekali
Pembuat Jam : hmmmmmm, oke lah kalau begitu bagaimana kalau kamu cukup berdetak satu kali setiap detik??
Jam : nah gitu dong, kalo begitu kan saya mudah menjalaninya

dan akhirnya pembuat jam itu selesai membuat jam yang dapat berdetak satu kali setiap detik, tanpa terasa detik demi detik pun berlalu dan sungguh luar biasakarena selama setahun jam itu telah berdetak tanpa henti dan itu berarti dia telah berdetak sebanyak 31.104.000 kali.

Sahabatku semua , mungkin cerita ini seperti mengada-ada, mana ada jam yang berdialog dengan pembuatnya, tapi perlu kita sadari seringkali kita bertindak seperti jam itu, selalu melihat besarnya masalah dan beratnya masalah itu dihadapi padahal ternyata kalau dikerjakan dapat selesai juga, contoh kecilnya banyak sekali siswa yang shock dan nervous ketika menghadapi Ujian Akhir,karena yang terbayang oleh dia adalah materi 3 tahun yang harus dibaca dan dihapal dalam satu minggu, maka renungkanlah,

semoga bermanfaat ^_^

Andai saja cintaku, cintamu,inginku,inginmu adalah Cinta-Nya,Ingin-Nya

Cinta, sebuah  kata sribu makna, sebuah bahasan tanpa akhir, tapi bukan karena kehebatan cinta itu sendiri, tiada lebih hanyalah respons berlebihan dari para pecinta, yang ingin menafsirkan cinta sesuai dengan apa yang mereka rasakan,

Cinta berawal dari berbagai sumber dengan berbagai alasan, maka tidak benar kalo orang berkata cinta itu buta,dan tidak butuh alasan untuk mencintai, seperti halnya kerja syaraf kita,pasti ada impuls penyebabnya, hanya saja ada yang kita sadari dan ada juga yang tidak kita sadari.

banyak hal yang menyebabkan kecintaan seseorang terhadap sesuatu,tidak melulu terhadap lawan jenis seperti yang telah diungkapkan dalam al-Qur’an sebagai berikut:

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.”
(Ali ‘Imran: 14).

timbulnya cinta merupakan fitrah dari adanya nafsu yang dianugerahkan Allah kepada kita dan disaring bentuknya melalui akal yang juga Allah anugerahkan kepada kita, hasil dari akal itulah yang membuat banyak interpretasi makna ataupun bentuk dari cinta itu sendiri, sehingga cinta itu lebih ke kecenderungan orang menyukai sesuatu hal yang menurut dia pantas untuk diperjuangkan, dilindungi dan kalau bisa dimiliki, pokoknya dia akan melakukan apapun yang menurut dia terbaik bagi sesuatu yang dicintainya tersebut.

tidak ada orang yang membiarkan cintanya pergi,yang ada adalah meninggalkan cinta yang lebih kecil menuju cinta yang lebih besar dia rasakan, contohnya orang yangrela meninggalkan anak istrinya, ataupun suaminya demi kecintaanya kepada harta ataupun tahta yang lebih dominan dia rasakan, ataupun orang yang rela membuang cintanya terhadap lawan jenis karena menurut dia kecintaan itu tidak sesuai dengan cinta kepada tuhannya yang menurut dia lebih pantas untuk diperjuangkan, dan banyak contoh lainnya,karena tiap orang memiliki dominasi cintanya masing-masing.

tidak salah perasaan itu muncul, namun sebagai umat beragama terutama umat islam hendaknyalah kita mencintai dengan dasar aturan yang telah ditetapkan Allah,karena Allah pasti lebih tahu bagaimana seharusnya kita mencinta, perasaan kita kadang bisa salah, tapi bukan hati kita yang salah, hanya saja kita sebagai manusia punya keterbatasan kemampuan dalam menilai, kita terbatas oleh waktu dan ruang sedangkan Allah tidak, apa yang kita nilai baik sekarang belum tentu baik di masa mendatang, ………

Semuanya milik ALLAH II

Salam Hikmah…
Assalaamu ’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.
Salam sejahtera…

Sahabat Hikmah…
Berkaitan dengan datangnya musibah gempa yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera, saya ingin menceritakan dialog antara Salma pengusaha yang sholehah dengan anak keduanya yang bernama Nida yang berumur 9 tahun.

Pada waktu Salma menyaksikan TV yang memberitakan gempa di Sumatera…
Nida anaknya bertanya :

”Bu…mengapa Allah jahat ya…?

”Mengapa Allah jahat nak ….? jawab Salma.

”Iya…Allah jahat…kan musibah-musibah di Indonesia Allah yang buat …?
Allah memberi musibah terus-terusan kepada kita orang Indonesia yang mayoritas Muslim. Kenapa begitu sih Bu?” Demikian pikir Nida.

Salma menghampiri anaknya dan menjawab :
”Nak…Allah tidak jahat, justru Allah sayang sama kita…”

Nida memotong …”Kok sayang malah memberi musibah?”

” Iya nak… kita hidup di DUNIA ini hanya SEMENTARA dan menjadi UJIAN saja buat kita.”

”AKHIRATlah SEBENAR-BENARNYA KEHIDUPAN…disana kita akan hidup KEKAL selama-lamanya”

”Allah telah menciptakan bumi yang terhampar luas dan langit yang tak terbatas…
beserta semua isinya….SEMUANYA UNTUK MANUSIA Sayang…”

”Jadi SEMUANYA MILIK ALLAH…dan dipersembahkan untuk Kita sayang…”

”Dan Allah berbuat kepada kita sesuai kehendak-Nya….ada yang dimatikan dengan sakit, kecelakaan atau dengan musibah banjir, tsunami, atau gempa…”

”Mereka semua akan dihitung sesuai dengan amal ibadahnya….jadi kalau pas meninggal di dalam KHUSNUL KHOTIMAH maka BERBAHAGIALAH dia.”

”Buat yang selamat dari musibah akan menjadi ujian kesabaran mereka”

”Buat yang tidak terkena musibah akan menjadi ujian…. apakah kita peduli kepada mereka…. dan menjadi ladang amal kita”

”Dan agar kita ingat bahwa Allah berhak mengambil dan berbuat sesuai kehendak-Nya terhadap apa yang dimiliki-Nya”

”Karena SEMUANYA adalah MILIK ALLAH”

”Agar kita MENGAKUI ITU…. dan BERSYUKUR atas nikmat-nikmat Allah yang lain…”

”Agar kita bisa KEMBALI ke jalan yang benar…ke jalan Allah”

”Agar kita selamat di KEHIDUPAN yang SEBENARNYA…”

”Agar kita sadar bahwa DUNIA ini memang SEMENTARA…”

”Dan agar kita sadar bahwa KIAMAT bisa datang kapan saja…dan itu PASTI datangnya..”

”Dan Allah telah membuat aturan SEBAB AKIBAT kepada alam semesta ini…itulah yang disebut SUNNATULLAH ”

”Jadi sebenarnya KERUSAKAN ini merupakan AKIBAT …”

”Dan PERBUATAN TANGAN MANUSIA merupakan SEBAB…”

Allah berfirman dalam Al Quran yang artinya:

” Telah nampak KERUSAKAN di darat dan di laut DISEBABKAN karena PERBUATAN TANGAN MANUSIA, supaya Allah MERASAKAN kepada mereka sebahagian dari AKIBAT perbuatan mereka, agar mereka KEMBALI (ke jalan yang benar).” (QS 30:41).

”Dan sungguh akan Kami berikan COBAAN kepadamu, dengan SEDIKIT KETAKUTAN, KELAPARAN, KEKURANGAN HARTA, JIWA dan BUAH-BUAHAN.
Dan berikanlah KABAR GEMBIRA kepada orang-orang yang SABAR,
Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun” (Sesungguhnya KAMI MILIK ALLAH dan sesungguhnya kepada-Nya DIKEMBALIKAN).
Mereka itulah yang mendapat KEBERKATAN yang SEMPURNA dan RAHMAT dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang MENDAPAT PETUNJUK. (QS 2:155-157)

Wallahu a’lam bishowab
Wassalam

OFA

« Entri lama