Konsekuensi dari sikap yang kita ambil memang tidak selalu manis, tapi bersyukurlah karena tidak semua orang punya ksempatan memilih
Kisah Cinta Baut dan Mur
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Robb kami, tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka dipeliharalah kami dari siksa neraka.”
(QS.3:190-191)
Begitu banyak mahluk yang Allah subhanahu wata’ala ciptakan, diantaranya ada yang sangat jelas manfaatnya buat kita dan ada juga yang perlu pemikiran yang mendalam untuk mengetahui apa maksud dari penciptaan tersebut, hanya yang pasti dari semua yang Allah ciptakan itu tidak ada yang sia-sia “……Ya Robb kami, tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka dipeliharalah kami dari siksa neraka.”
Salah satu yang banyak manfaatnya adalah besi, hampir seluruh perangkat yang kita gunakan mengandung besi. Zat yang dalam tabel periodik mempunyai simbol Fe dan nomor atom 26 ini mempunyai banyak sekali kegunaan bahkan darah kita pun mengandung zat ini. Tapi kegunaan besi pada umumnya sudah diketahui banyak orang oleh karena itu saya akan mengambil hikmah dari besi dengan sudut pandang yang lain yang akan dikisahkan dalam cerita berikut, silahkan menyimak :
Alkisah pada suatu hari Bautista (Baut ) bertemu dengan Murti (Mur) disebuah taman kota yang cantik, pada pandangan pertama mereka sudah saling memiliki ketertarikan masing-masing, Baut begitu tertarik dengan kecantikan Mur yang menurut dia waktu itu tiada duanya disisi lain Mur juga melihat Baut begitu gagah dan mempesona tapi karena baru bertemu merekapun hanya tersipu malu dan memalingkan muka tapi tanpa kesepakatan lisan seolah otomatis mereka langsung duduk di bangku yang sama,namun bangku berukuran panjang hanya 2 meter itu belum bisa mencairkan suasana hati mereka yang kaku sehingga walaupun tidak ada orang lain lagi mereka duduk berseberangan, Baut di ujung kiri dan Mur di ujung sebelah kanan.
Beberapa menit berlalu seakan-akan sudah berjam-jam dan Baut pun mulai ga tahan dengan kebekuan ini dan akhirnya memberanikan diri memulai pembicaraan .ternyata Baut sangat menikmati sekali berbincang-bincang dengan Mur seakan-akan mereka sudah kenal bertahun-tahun dan mereka pun tidak menyadari kalau mereka belum saling kenal.
Matahari mulai merendah dan jam ditangan Mur sudah menunjukkan pukul 5 sore dan mau ga mau mereka harus menyudahi perbincangan mereka, ketika Mur hendak pergi barulah Baut sadar kalau mereka belum kenalan dan tanpa pikir panjang Baut langsung menanyakan nama dan nomer telepon Mur, Mur pun dengan senang hati memberikan nomer handphone nya dengan harapan bisa sering berbincang-bincang dengan Baut.
Hari demi hari terus berlalu dan tidak ada seharipun yang dilewatkan Baut untuk menelpon atau SMS ke Mur walaupun hanya sekedar menanyakan kabar. semakin lama mereka merasakan kecocokan satu sama lain semakin besar, Baut merasa Mur-lah pasangan yang diharapkan, Mur sendiri merasa tidak ada laki-laki lain yang lebih baik dari Baut dan sudah sangat berharap Baut segera menyatakan cintanya dan lebih baik lagi segera meminangnya.
Setelah beberapa bulan dari sejak pertama kali mereka berkenalan , Baut pun mulai merasa harus memantapkan hati dia pun bertanya kepada orang tuanya tentang pilihannya yaitu Mur, pada awalnya orang tua Baut tidak setuju dengan pilihannya tersebut karena menurut mereka Mur orangnya terlalu mudah bergaul dan mereka pikir Baut nantinya akan sering merasa cemburu dan dikhianati tapi dengan pertimbangan kebahagiaan Baut nantinya merekapun akhirnya menyetujuinya.
Setelah mendapatkan persetujuan dari orangtuanya Baut pun memberanikan diri dan langsung meminang Mur yang juga sudah sangat menunggu-nunggu. Singkat cerita sampailah mereka pada jenjang pernikahan haru campur bahagia dirasakan oleh Mur, bahagia karena akan menjalin kebersamaan dengan orang yang dicintai tapi disisi lain juga sedih karena ga lama lagi akan meninggalkan orang tua yang ga kalah dia cintai juga.
Waktu pernikahan Mur dan Baut sangat berbahagia sekali, ketakutan berpisah dengan orang tua yang dirasakan Mur kalah oleh kebahagiaan dari banyaknya ucapan selamat dari kerabat dan teman mereka berdua yang datang , dua hari sejak menikah mereka masih sangat bahagia namun dihari ketiga mulailah timbul beberapa masalah kecil, Baut merasa Mur tidak seperti yang dia bayangkan kebiasaan2 kecil Mur ada beberapa yang mengganggunya tidak terkecuali Mur juga merasakan hal yang sama, tapi mereka masih menahan diri, mereka ingat waktu sebelum menikah orang tua mereka pernah menasihati tentang itu, bahwa sebagai besi yang bersifat korosif, Baut dan Mur tidak dapat menahan kodrat akan datangnya karat diharapkan atau tidak karat itu akan datang dan merusak masing-masing dan untuk itu mereka harus saling menjaga.
Baut dan Mur pun sepakat untuk saling melindungi setiap ada cobaan datang baik itu air yang membasahi ataupun kerasnya kandungan udara, Baut dengan sigap membersihkan Mur dan melindungi Mur sehingga terbebas dari resiko berkarat dan begitu juga Mur dengan telaten selalu melayani Baut dan menghindarkannya dari resiko berkarat, 2 tahun pun mereka dapat lewati dengan tetap saling mencintai dan saat-saat yang dinantipun tiba yaitu kehamilan Mur, dan berita ini semakin mempererat jalinan kasih mereka.
Setelah kelahiran anak mereka mulai timbul masalah baru lagi Baut merasa Mur kurang bisa mengurus anak sementara Mur sendiri berharap sepulang kerja Baut dapat menggantikan dia yang lelah mengurus anak seharian, tapi Baut yang juga kelelahan karena tekanan pekerjaan malah datang dengan muka lesu dan tidak mau diganggu dengan urusan anak yang sudah dia anggap sepenuhnya urusan Mur.
Semakin hari Mur semakin merasa tertekan dan semakin kecewa terhadap Baut, dan disela masa2 suntuknya itu Mur mengisi waktunya dengan aktifitas jejaring sosial Facebook, di FB itulah dia ketemu dengan teman sekolahnya dulu, karena merasa dekat Mur ga canggung untuk membicarakan masalah keluarganya pada temannya itu dan gayungpun bersambut ternyata temannya itu memiliki masalah yang sama dan akhirnya mereka semakin dekat.
Hari-hari Mur tidak suram lagi karena dia sudah mendapatkan tempat untuk berbagi beban yang dia rasa tidak bisa dibagi dengan suaminya, kecocokan dengan temannya di FB membuat dia lupa kalau dulu pertama kali bertemu dengan Baut dia merasakan hal yang sama bahkan jauh lebih besar. membuat dia lupa kalau dulu sosok Bautlah yang selalu ada dipikirannya. Sampai pada suatu hari Mur pun memberanikan diri meminta bercerai kepada Baut yang dia rasa sudah cocok lagi, yang dia rasakan Baut sudah berkarat terlalu banyak dan Mur tidak sanggup lagi membersihkan karat-karat itu, Mur lupa kalau dia sudah sama-sama berkarat.
Ikatan suci pernikahan dan anak mereka membuat proses ini semakin sulit belum lagi seperti yang kita tahu Baut dan Mur yang disatukan jika sudah berkarat akan sulit untuk dilepaskan dan kalau dipaksakan masing-masing pasti akan mendapatkan luka yang sama. Tetapi Mur sudah jemu dengan semua ini dan sudah tidak tahan ingin menjalin kisah dengan temannya tadi dan diapun tetap memaksa untuk berpisah. Baut walaupun dengan berat hati mengingat anak mereka dan apa yang mereka telah lalui bersama akhirnya setuju untuk melepas Mur dengan harapan suatu hari Mur akan sadar dengan kesalahannya dan kembali padanya.
Setelah berpisah dengan Baut, Mur pun dengan bahagia menjalin kasih dengan temannya, namun ternyata sudah kodrat sebuah hubungan selalu ada badai yang menerpa, dan kali ini ternyata jauh lebih besar dari yang dirasakan sewaktu dengan Baut , hanya sebentar sekali Mur merasakan kebahagiaan masih segar diingatan Mur walaupun Baut sering cuek dan tidak mengabulkan permintaannya tapi Baut tidak pernah sedikitpun menamparnya dan puncak kemarahan Baut hanya sampai membentak, sedangkan pasangannya sekarang sepertinya hanya menganggap Mur pelampiasan sesaat, caci maki bahkan tamparan sering Mur rasakan dan Mur pun menyadari kesalahannya.
sedih,kecewa sekaligus malu dirasakan oleh Mur dan diapun merasa harus kembali dan meminta maaf pada Baut, dengan harapan Baut masih mau menerimanya kembali namun apadaya nasi sudah menjadi bubur, Baut pun bukan tipe orang yang meratapi diri dan hanyut pada kesepian, sekarang Baut sudah beristri lagi dan Mur pun harus menelan pil pahit ini sendirian.
Sahabat, cerita diatas mungkin hanya roman picisan belaka, tapi memang begitulah sebuah hubungan seperti Mur dan Baut yang awalnya pas seiring berjalannya waktu lama-lama akan berkarat juga, barangsiapa yang sabar dengan karat yang mengganggu itu maka beruntunglah dia karena tanpa disadari karat itulah yang semakin memperkuat ikatan mereka, kalo ga percaya silahkan coba membuka baut yang sudah berkarat pasti lebih susah daripada yang masih baru. namun merugilah yang tidak sabar dengan karat itu karena jika dipaksakan untuk lepas tidak ada lagi baik Mur ataupun Baut lain yang bisa pas karena masing masing sudah memiliki karat yang bentuknya tidak beraturan, ada juga yang hanya sekedar bisa masuk tapi ga ada kekuatan pengikatnya sehingga mudah lepas, jadi bagi yang sudah berkarat bersabarlah dengan pasangan masing-masing
.
Munafik itu APA SIH?
Sesungguhnya segala puji dan syukur hanya untuk Allah. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, dan memohon ampun kepada-Nya. Kami juga berlindung kepada-Nya dari keburukan jiwa-jiwa kami dan dari kejelekan amal-amal perbuatan kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada seorang pun yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan oleh-Nya maka tidak ada seorang pun yang dapat memberikan petunjuk kepadanya. Kami bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah selain Allah, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Kami juga bersaksi bahwa Muhammad bin ‘Abdillah adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad, keluargnya, para sahabatnya, dan orang-orang yang senantiasa berusaha mengikutinya hingga Hari Kiamat kelak.
Tulisan ini terinspirasi dari dialog dengan beberapa orang yang dengan mudahnya mengatakan “ah jangan munafik loe” dan juga kalimat “ gue sih ga munafik” atau juga kalimat “ jangan munafik deh,..” dan biasanya disandingkan dengan perbuatan maksiat yang menurut orang itu lebih baik untuk blak-blakan daripada menutup-nutupinya dan jadi orang yang sok baik.
Untuk mengerti apa itu munafik kita bisa perhatikan beberapa hal berikut :
- Hadis riwayat Abdullah bin Amru ra., ia berkata:
Rasulullah saw. pernah bersabda: Ada empat sifat yang bila dimiliki maka pemiliknya adalah munafik murni. Dan barang siapa yang memiliki salah satu di antara empat tersebut, itu berarti ia telah menyimpan satu tabiat munafik sampai ia tinggalkan. Apabila berbicara ia berbohong, apabila bersepakat ia berkhianat, apabila berjanji ia mengingkari dan apabila bertikai ia berbuat curang. (Shahih Muslim No.88) - Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Ada tiga tanda orang munafik; apabila berbicara ia berbohong, apabila berjanji ia mengingkari dan apabila dipercaya ia berkhianat.
(Shahih Muslim No.89) - Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.:
Bahwa beberapa orang munafik pada masa Rasulullah saw. selalu tidak ikut serta bila Nabi saw. pergi berperang. Mereka bergembira-ria dengan ketidakikutsertaan mereka bersama Rasulullah saw. Lalu apabila Nabi saw. telah kembali, mereka mengemukakan alasan kepada beliau sambil bersumpah dan berharap mendapatkan pujian dengan apa yang tidak mereka perbuat. Maka turunlah ayat: Janganlah sekali-kali kamu menyangka, bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan, janganlah kamu menyangka mereka akan terlepas dari siksa. (Shahih Muslim No.4981) - Yang paling aku takutkan bagi umatku adalah orang munafik yang pandai bersilat lidah. (HR. Abu Ya’la)
- Yang paling aku takuti atas kamu sesudah aku tiada ialah orang munafik yang pandai bersilat lidah. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)
- dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan: “Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)”. Mereka berkata: “Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu”. Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran daripada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.Q.S Ali- Imran :167
- dan janganlah kamu menjadi sebagai orang-orang (munafik) yang berkata: “Kami mendengarkan, padahal mereka tidak mendengarkan.
Kalau boleh menarik kesimpulan dari beberapa poin diatas, menurut saya ciri orang munafik dengan bahasa kita sekarang adalah :
- Pendusta
- Pengkhianat
- Culas (hanya mengambil sesuatu yang menguntungkan dirinya secara langsung)
- Orang yang suka ingkar janji
Dari sedikit ulasan diatas kita bisa tahu kejujuran memang bukan ciri orang munafik, oleh karena itu kita harus menjadi orang jujur yang merupakan karakter orang mukmin, tetapi bukanlah hal yang benar kita mengungkapkan aib kita pada orang lain seperti yang dikatakan dalam hadist berikut :
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Semua umatku akan ditutupi segala kesalahannya kecuali orang-orang yang berbuat maksiat dengan terang-terangan. Masuk dalam kategori berbuat maksiat terang-terangan adalah bila seorang berbuat dosa di malam hari kemudian Allah telah menutupi dosanya, lalu dia berkata (kepada temannya): Hai Fulan! Tadi malam aku telah berbuat ini dan itu. Allah telah menutupi dosanya ketika di malam hari sehingga ia bermalam dalam keadaan ditutupi dosanya, kemudian di pagi hari ia sendiri menyingkap tirai penutup Allah dari dirinya. (Shahih Muslim No.5306)
Menutupi kesalahan kita bukanlah agar kita tetap terlihat baik di mata orang lain, tetapi untuk mencegah agar aib yang kita lakukan tidak diikuti oleh orang lain yang akhirnya dianggap hal yang biasa dan pada ujungnya menimbulkan kemaksiatan massal. Sebagai ilustrasi di sebuah kantor pada awalnya orang- orang malu untuk menerima uang sogokan dan kalaupun menerima mereka melakukannya secara sembunyi-sembunyi dengan begini tiap orang seakan-akan saling menjaga, ketika seseorang mau menerima sogokan secara otomatis akan lebih memilih menolak sogokan itu jika ada temannya yang kebetulan mengetahui. Akan tetapi jika satu orang saja berani melakukan secara terang-terangan dengan alasan dia ga mau jadi orang munafik yang pura-pura menolak padahal sebenarnya menerima kawan-kawan yang lain pun akan berpikir ga usah takut dan malu lagi toh yang lain juga sama-sama menerima akhirnya lambat laun tindakan itu akan dilakukan terang-terangan dan orang yang tidak terbiasa menerimapun bisa jadi terpaksa menerima karena sudah menjadi system terstruktur.
Begitu juga dengan perjinahan, ketika beberapa orang berani mengatakan kekhilafannya yang tidak bisa menahan diri ketika bersama pasangannya dengan alasan yang sama “ gue sih ga munafik emang gue pengen, normal kan? ” maka lambat laun perbuatan itu akan menjadi sesuatu hal yang wajar yang pada akibatnya seperti terlihat sekarang remaja-remaja bahkan orang dewasapun berani mempertontonkan kemesraan dimana saja dan kapan saja.padahal Rasulullah SAW berkata sebagai berikut :
Bagaimana kamu apabila dilanda lima perkara? Kalau aku (Rasulullah Saw), aku berlindung kepada Allah agar tidak menimpa kamu atau kamu mengalaminya. (1) Jika perbuatan mesum dalam suatu kaum sudah dilakukan terang-terangan maka akan timbul wabah dan penyakit-penyakit yang belum pernah menimpa orang-orang terdahulu. (2) Jika suatu kaum menolak mengeluarkan zakat maka Allah akan menghentikan turunnya hujan. Kalau bukan karena binatang-binatang ternak tentu hujan tidak akan diturunkan sama sekali. (3) Jika suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan maka Allah akan menimpakan paceklik beberapa waktu, kesulitan pangan dan kezaliman penguasa. (4) Jika penguasa-penguasa mereka melaksanakan hukum yang bukan dari Allah maka Allah akan menguasakan musuh-musuh mereka untuk memerintah dan merampas harta kekayaan mereka. (5) Jika mereka menyia-nyiakan Kitabullah dan sunah Nabi maka Allah menjadikan permusuhan di antara mereka. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Naudzubillah tsumma naudzubillah, belum lagi sekarang fenomena kaum pecinta sesama jenis yang sudah mulai merebak di masyarakat dan mereka berani menampilkan status mereka, lagi-lagi alasan mereka sama “ gue ga munafik ya, emang gue suka mau diapain lagi” dan diawali dengan satu-dua orang yang tampil di media dengan menampilkan status dan gaya mereka maka menjamurlah mereka bahkan ada beberapa yang berani membuat kelompok sendiri dan mempertontonkan betapa hebatnya hubungan yang mereka jalani padahal sangatlah jelas adzab Allah terhadap perbuatan mereka seperti dalam Q.S An-Naml berikut :
| Dan (ingatlah kisah) Lut, ketika dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah itu sedang kamu melihat (nya)?” |
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ |
54 |
| Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu (mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu)”. |
أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ |
55 |
| Maka tidak lain jawaban kaumnya melainkan mengatakan: “Usirlah Lut beserta keluarganya dari negerimu; karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (mendakwakan dirinya) bersih”. |
فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوا آلَ لُوطٍ مِنْ قَرْيَتِكُمْ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ |
56 |
| Maka Kami selamatkan dia beserta keluarganya, kecuali istrinya. Kami telah menakdirkan dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). |
فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلا امْرَأَتَهُ قَدَّرْنَاهَا مِنَ الْغَابِرِينَ |
57 |
| Dan Kami turunkan hujan atas mereka (hujan batu), maka amat buruklah hujan yang ditimpakan atas orang-orang yang diberi peringatan itu. |
Dan juga beberapa hadist berikut :
Ada empat kelompok orang yang pada pagi dan petang hari dimurkai Allah. Para sahabat lalu bertanya, “Siapakah mereka itu, ya Rasulullah?” Beliau lalu menjawab, “Laki-laki yang menyerupai perempuan, perempuan yang menyerupai laki-laki, orang yang menyetubuhi hewan, dan orang-orang yang homoseks. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)
Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melaknat laki-laki yang bertingkah laku wanita dan wanita yang bertingkah laku laki-laki. Beliau bersabda: “Usirlah mereka dari rumahmu.” Riwayat Bukhari.
Apa yang saya bahas ini bukan berarti kita boleh melakukan kemaksiatan asal diakukan secara sembunyi-sembunyi, melainkan mengingatkan kita semua terutama saya pribadi bahwa memang wajar sebagai manusia melakukan kemaksiatan karena kita memang tempatnya salah dan lupa, kalau dalam keadaan sadar akan akibat yang ditanggung saya yakin tidak ada yang mau melakukan kemaksiatan, namun ketika khilap melakukan kemaksiatan maka lebih baik cukup bagi kita menyadarinya, berusaha memperbaikinya dan yang paling penting tidak henti-hentinya meminta ampunan kepada Allah dan menutupi setiap kemaksiatan dengan kebaikan dan semoga kita termasuk orang-orang yang diampuni Allah. Amin
Ini Ceritaku apa Ceritamu….???
waktu itu tahun 2004 aku lulus SMA dan aku bercita-cita sekali ingin melanjutkan kuliah mengikuti jejak langkah presiden ke-3 kita pa Habibi yaitu di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule walaupun buat nyebut namanya aja aku masih kesusahan, aku pengen sekali bisa masuk ke Teknik Fisika institut tersebut.
Setelah baca-baca petunjuk kuliah di jerman, ada catatan waktu keberangkatan siap-siap bawa Indomie jaga-jaga untuk menyesuaikan diri di sana, dan untuk bekal yang ini ane udah siap banget stok dirumah biasanya ada satu dus jaga-jaga kalo malem suka laper, sayangnya ongkos yang dikasih 150.000 dalam rupiah bukannya dalam euro jadinya ane membatalkan rencana keberangkatan ke Jerman dan bertahan dengan pilihan lokal dan terjangkau yaitu Teknik Fisika ITB, eh ternyata pas daftar ulang ( kalo daftar SPMB nya udah dikolektif pihak sekolah jauh2 hari ) harus tes buta warna, waktu itu sih PD aja walaupun sering salah nyebut nama warna perasaan masih bisa menikmati indahnya pemandangan ciptaan Tuhan, selesai tes waktu itu juga langsung dikasih tahu hasilnya dan ternyata hasilnya “buta warna” dan ketika itu perasaanku remuk redam seakan-akan ditimpa batu besar yang ga bisa lagi buatku untuk bangkit, sedih putus asa dan bertanya-tanya dalam hati koq bisa, emang buta warna itu apa dan apa salahku koq bisa buta warna???
Kaget, kecewa dan putus asa bercampuraduk tapi perasaan itu ga lebih dari satu menit dan akupun dengan berbesar hati mengalihkan pilihan ke Matematika Unpad yang ga perlu pake test buta warna. Minggu depannya aku diajak 2 orang temen sekolahku nganterin mereka daftar STAN, dan akupun bersedia tapi aku sendiri males daftar ke sekolah ini, bahkan dulu waktu ada kaka alumni yang masuk STAN dan ngejelasin tentang STAN, aku yang ga pernah keluar kelas di jam pelajaran malah mempelopori temen2 buat keluar kelas , aku sendiri heran koq dulu bisa benci banget ama yang namanya STAN ini.
setelah nganterin temen2 daftar ke BDK yang ada di Cimahi akupun mikir, kenapa ga iseng aja ya aku daftar toh kalo lulus juga entar bisa ga diambil lagian pilihan yang SPMB juga bukan cita-citaku jadi kalau lulus dua-duanya tinggal milih deh mau kuliah di tempat yang mana. setelah beberapa hari berlalu akhirnya diputuskanlah untuk mencoba daftar ke STAN dengan pilihan utama D1, soalnya pikirku kalo memang ikatan dinas kalo ngambil D3 rugi, ntar ikatan dinasnya kelamaan ga bisa deh kuliah ditempat lain. dan waktu itu uang pendaftarannya 100.000 rupiah. Selesai daftar aku merasa laper banget, tapi uang saku yang 150ribu tadi setelah dikurangi uang pendaftaran dan ongkos sisanya tinggal sedikit dan akupun memutuskan untuk beli Indomie rebus pake telur yang murah meriah
.
Waktu itu masih kepikiran kalo ikatan dinas pasti banyak permainan didalamnya dan aku yang cuma bayar seratus ribu pastinya ga lulus, tapi tak disangka setelah melihat pengumuman namaku juga dua orang temanku yang daftar ternyata lulus bahkan satu kelas barulah aku sadar ternyata negara kita Indonesia ini tak seburuk yang kita kira, dan dikarenakan rayuan 2 orang temenku dan juga ortu temenku itulah akhirnya aku memutuskan lebih memilih STAN daripada UNPAD yang ternyata lulus juga.
Menjalani kuliah di STAN ternyata enak juga, ya gratis, dikasih buku, dikasih uang saku sudah lulus dikerjain pula (maksudnya dikasih kerjaan
) dan yang terpenting ternyata yang bukan koruptor juga masih banyak , (tadinya berpikir kalo orang Depkeu koruptor semua ,hehehe) dan akhirnya sayapun lupa niatan keluar dari sini setelah masa ikatan dinas habis, ini ceritaku apa ceritamu ..?
it was tough luck,or…………. ?
Sebelumnya saya mau tegaskan cerita ini hanya fiktif belaka adapun kesamaaan tokoh dan cerita adalah faktor kesengajaan karena saya tidak pintar mengarang cerita
.
Pada hari rabu minggu yang lalu aku harus berangkat lagi ke Bandung , tapi kali ini berbeda dari biasanya kalo biasanya hanya pergi 2-4 orang, kali ini kami pergi bertujuh (dah kayak ashabul kahfi aja ya
) , ketujuh orang itu adalah Mrs Percaya Diri, Mr Sabar Selalu, Mr Always Freeze,Mrs Squirm, Mr Jarang Hadir, Mr Amat Santai dan tentunya yang ketujuh itu aku . Kami pergi bertujuh bukan tanpa alasan, urusan di Bandung yang cukup banyaklah yang memaksa kami harus berangkat banyak orang.
Kami start dari kantor rabu siang karena kami kira untuk hari pertama ini urusannya ga terlalu rumit jadi bisa diselesaikan dengan cepat dan urusan yang satunya lagi pun memang baru bisa dikerjakan hari kamis pagi jadi kami tidak terburu2 berangkat ke Bandung. rencana perjalanan yang memang dua hari itu membuat kami harus merencanakan menginap setidaknya untuk satu hari dan untuk hal itu Mrs Percaya Diri menugaskan saya untuk mencari hotel yang bagus dan modern.
Sebenarnya untuk urusan di Bandung aku biasa menginap di Savoy Homan kalau engga Grand Preanger karena selain posisinya dekat dengan kantor tempat kita melaksanakan tugas, hotelnya juga relative nyaman tapi Mrs Percaya Diri ingin suasana baru dan agak trauma dengan Savoy Homan yang memang sudah agak berumur. Oleh karena itu aku minta rujukan beberapa teman dan muncullah beberapa nama yaitu Sheraton, Holiday Inn dan Concordia Hotel. Untuk Sheraton dan Holiday Inn aku dah punya gambaran tapi untuk Concordia terus terang baru kali ini dengar ada di Bandung, dengan alasan itu aku mencoba menghubungi Sheraton tapi ternyata untuk hari itu penuh dan akupun melanjutkan ke Holiday inn yang ternyata penuh juga dan akhirnya aku mencoba googling di internet tentang Concordia Hotel yang di Bandung yang ternyata lebih dikenal dengan nama Balai Pertemuan Bumi Sangkuriang.
Setelah googling di internet didapatlah beberapa gambar yang merepresentasikan seperti apa hotel itu dan melihat presentasi kamarnya yang minimalis, dengan beberapa lukisan dari zaman Art nouveau dengan aliran plural painting saya tahu bahwa hotel ini umurnya belum terlalu lama ditambah lagi dengan arsitektur luar bangunan yang dominan kaca bening yang menunjukkan bahwa hotel ini baru dibangun walaupun memang bangunan dasarnya menggunakan arsitektur belanda.
Setelah yakin hotel ini layak saya pun menelpon resepsionisnya dan booking untuk satu hari dan ternyata jumlah kamarnyapun tersedia sesuai pesanan kami. Rabu siang ketika masih di perjalanan ke Bandung pihak hotel pun menelpon saya untuk memastikan kamar yang kami pesan dan tanpa pikir panjang aku pun menjawab jadi padahal belum melihat dimana tempatnya dan bagaimana bentuk aslinya. dan yang lain pun percaya saja dengan pilihanku itu tanpa kepikiran mau cek dulu lokasinya jadi tiba di Bandung, kami langsung ke tempat kerjaan dengan harapan setelah selesai kami baru ke hotel dan istirahat disana.
Setelah urusan hari itu selesai kamipun meluncur ke hotel tersebut yang ternyata kalau dari tempat kita lumayan jauh lebih kurang 9 km, itu juga dengan jalanan Bandung yang lumayan berkelok-kelok dan mebingungkan, sebagai gambaran tempat kami bekerja di jl.Asia-Afrika sementara hotel itu ada di Jl. Kiputih ( Ciumbuleuit naek terus ampe mentok ) dan yang lebih celaka lagi tujuan kami besok ada di Jl.Kawaluyaan yang jaraknya lebih jauh lagi.
Selama perjalanan ke hotel saya membayangkan Mrs. Percaya Diri yang lagi kebingungan dan menggerutu (kami kebetulan beda mobil) karena memang posisinya agak sedikit terpinggirkan tapi saya masih berpikir positif bahwa nanti ketika sampai di hotel semuanya pasti terbayar. Ketika sampai di hotel mulailah kekhawatiran saya karena yang bagus dan modern itu ternyata balai pertemuannya saja dan juga green area nya yang memang luas, hotelnya sendiri sepintas lalu sudah terlihat nilai historisnya ( udah tua juga
) dan sudah di pastikan apa yang akan dikatakan Mrs PD dan saya pun langsung kebayang jangan 2 bau Muara Angke masih ngikut nih
(baca tulisan yang Jalan-jalan ke Pulau Tidung ).
Setelah tanya ke resepsionis ternyata benar usia hotel ini sudah 192 tahun dan ketika mendengar itu langit terasa sangat gelap dan matahari pun hilang ditelan kegelapan tersebut (padahal sih emang sudah maghrib
), sebenarnya ga ada masalah dengan hotel ini selain ukuran kamarnya yang memang kecil selebihnya nyaman (terutama udaranya yang sueger) tapi saya terpikir jarak ke tempat kerjaan kami besok dan juga janji untuk mencarikan hotel yang tidak tua yang ternyata malah lebih tua dari hotel yang kita hindari, akhirnya walaupun menikmati tapi terbersit juga sedikit rasa bersalah sama Mrs. PD takutnya beliau ga bisa tidur nanti malam tapi nasi sudah menjadi bubur karena kami memang dateng ke hotel itu jam 5 sore sehingga kalo kita batal booking kasihan resepsionisnya yang sudah mencatat bookingan kami akhirnya dengan berat hati Mrs. PD pun menyetujui menginap di hotel itu.
Seperti yang aku bayangkan sebelumnya ga bisa dihindari perbincangan malam itu hanya seputar masalah pilihan hotel yang aku pilih, ketika waktu kita mau dinner sepanjang perjalanan setiap melihat hotel yang bagus Mr. Always Freeze selalu menyindir dengan kata-kata “Wah ,hotel ini kayaknya bagus nih ” dan pasti dilanjutkan dengan wajah ketus Mrs. PD yang ga mau lagi membahas masalah hotel, dan diakhiri dengan tawa kita semua yang duduk dibelakang.
Mengingat kondisi Mrs PD yang lagi ga moody, aku pun ga berani mengusulkan tempat dinner yang akan kami bantai, tapi setelah sedikit berkeliling di daerah Dago, Cihampelas dan Tamansari akhirnya kami memutuskan untuk makan di cafe Halaman, dengan alasan cafenya cukup cozy dan ada live musiknya, dan Mrs. PD ini suka sekali dengan musik. Waktu itu baru jam 7 sedangkan jadwal live musik baru dimulai jam 8, tapi karena terlalu lapar untuk menunggu kami pun rela melewatkan kesempatan candle light dinner dengan iringan live musik dan segera memesan makanan dengan harapan selesai makan kami masih bisa bersantai dengan menikmati iringan live music.
Untuk pesanan makanan ada cerita sendiri yang membuat aku sedikit malu, waktu memesan Mr. Sabar Selalu memesan sapi lada hitam, sedangkan aku sendiri memesan sapi cabe hijau. Waktu itu pesanan masing-masing orang datang tidak bersamaan dan pesanan aku, Mr. sabar Selalu dan Mr. Jarang Hadir belum datang ketika pesanan yang lain sudah hampir habis dimakan ( yang lain cuma pesen Mie Tasik ) . Ketika sedang harap-harap cemas pelayannya membawa satu buah piring dengan sapi, cabe hijau dan sedikit taburan lada hitam diatasnya. Karena ga yakin apa nama pesanan itu saya pun nanya ke pelayannya “ini sapi cabe hijau ya?” dan pelayannya pun menjawab “iya ” , tapi saya masih ragu soalnya koq ada lada hitamnya walaupun sedikit, Mr. Sabar Selalu juga menduga itu pasti sapi lada hitam pesanannya tapi karena sudah sangat lapar saya pun memberanikan diri “memakan” duluan tanpa menunggu dulu sapi cabe hijau yang belum datang untuk memastikan.
Baru dua suap datanglah piring satu lagi, yang berisi sapi dengan irisan cabe hijau dan cabe merah, dan tahukan anda namanya ??? dan ternyata namanya adalah “sapi cabe hijau” dan yang lebih meyakinkan adalah disana tidak ada taburan lada hitamnya. Waktu terasa berhenti sendok ke-3 yang udah siap disuap aku turunkan lagi pelan-pelan dan akupun menoleh ke Mr. Sabar Selalu yang memang duduk tepat di sebelahku, dan yang lebih membuat aku malu entah menyindir apa tidak dia bertanya ” wah sepertinya pesanannya ketuker mas, ga apa-apa nih ? ” dan akupun hanya bisa tersenyum pahit,
Sampai kita selesai menghabiskan semua makanan yang tersaji dan waktu itu sudah pukul delapan, belum ada tanda-tanda live music mau dimulai, baru ada orang yang bulak-balik ngecek key board dan sacsophone, lalu pergi lagi dan hal itu berlangsung sampai jam 8. 30 dan karena kelamaan menunggu akhirnya kamipun pulang dan tebak apa yang terjadi kami pulang ? live musicnya pun dimulai.
Setelah semua yang terjadi kami pun kembali ke kamar masing-masing dan dengan segala kenangan kami beristirahat, tapi diriku sendiri yang mencarikan hotel itu malah terbebani dengan semua kenangan tadi dan sempet aga susah untuk istirahat tapi ya sudahlah yang berlalu tetap berlalu, tapi ada beberapa pelajaran juga yang dapat diambil dari pengalaman hari ini, yaitu :
1. kalau jadi konsumen jangan terlalu percaya dengan satu atau dua gambar tetap saja kita harus meneliti ke lapangan setidaknya menanyakan lebih teliti apa yang kita butuhkan dan inginkan tersedia atau tidak,
2. Kalau kita jadi pengusaha kita harus tahu betul kelebihan dan kekurangan barang yang kita jual, sehingga kita bisa menampilkan sisi terbaik yang kita punya.
3. Kalau mau nonton live musik di cafe mesti larut malam, kalo masih sore ga ada.
Ngga nyangka bisa ngalamin juga yang namanya “Kasmaran” :-)
Sebagai manusia biasa kita pasti punya perasaan, salah satu anugerah besar yang diberikan Allah subhanahu wata’ala kepada seluruh manusia. tidak terkecuali saya tentunya, terutama seminggu terakhir ini saya sendiri tidak percaya bisa merasakan perasaan seperti ini, terus terang seumur hidup baru kali ini saya merasakan perasaan ini dan orang-orang biasanya menyebut perasaan ini dengan nama “kasmaran”.
berawal dari tidak kenal lalu berjumpa, entah kenapa mata ini tidak mau lepas memandangnya, mata ini tidak lelah mengikuti kemanapun dia melangkah sampai akhirnya kami berpisah dan kembali ke tempat masing-masing wajahnya masih membayangi, waktu itu aku pikir ah paling besok juga lupa, tapi siapa sangka sudah seminggu berlau perasaan itu masih ada bahkan ada kerinduan yang semakin dalam seakan-akan kami sudah sangat lama sekali berpisah.
Setiap shalat dan berdoa tak pernah lepas aku menyebut namanya, berharap dia merasakan apa yang kurasakan begitu juga hendak tidur, tidak ada yang istimewa dari dirinya tapi senyuman diwajahnya terus membayang, tapi pagi tadi aku baru tersadar, aku diingatkan betapa banyak orang yang hancur karena mengikuti perasaan sehingga kucoba untuk menahan bahkan memendam perasaan yang luar biasa ini.
Perasaan memang ada tapi bukan untuk kita ikuti melainkan kita kendalikan, jika ingin gembira maka gembiralah dan jika ingin sedih maka bersedihlah. ketika gembira jangan sampai terhanyut dengan kegembiraan itu karena akan membuat kita lengah dan tidak waspada sehingga mudah bagi setan untuk masuk kedalam diri kita membuat kita sombong dan keras hati, dan jika sedih janganlah sampai berlarut-larut karena akan membuat kita menjadi orang yang tidak bersyukur bahkan kafir terhadap ni’mat Allah
Jalan- Jalan ke Pulau Tidung
Awalnya sih ga ada rencana sedikitpun mau jalan-jalan ke salah satu pulau di Kepulauan Seribu ini, hari rabu tanggal 1 juni 2011 Helmi (temenku waktu SMA) ngajakin jalan ke Pulau Pramuka yang posisinya di Kepulauan Seribu juga, dia juga ternyata diajakin oleh temenku yang satunya lagi namanya Fitri dan selain mengajakku mereka juga mengajak temen mereka yang lain dan disepakatilah untuk jalan-jalan ke Scott Island hari Sabtu tanggal 4 Juni 2011.
Alkisah sampailah kita pada Sabtu pagi dan aku diminta untuk kumpul dulu di rumahnya Fitri sebelum lanjut ke Muara Angke. Ketika sampe rumah Fitri, Helmi sudah ada disana beserta 3 orang temen kuliahnya yaitu Adis, Bugs and Farida dan dari ketiganya itu ga ada satupun yang aku kenal, dari sana pikiran udah ga jelas, di bayanganku Fitri akan asyik dengan temen2nya dan Helmi juga begitu karena mau ga mau mereka yang mengajak temen2nya itu untuk gabung dan aku pastinya akan mengalami liburan ter”crunchy” yang pernah ada karena aku ga bawa temen satupun.
Sampailah waktunya kita berangkat ke Muara Angke, ketika sampai di Muara Angke suasananya lebih mengejutkan lagi karena perahu yang akan kita tumpangi sudah full loaded, sebagai gambaran perahunya double deck dan tidak memungkinkan kita untuk berdiri dan kita sempet bingung bagaimana cara masuk ke kapal itu, setelah memaksakan diri melangkahi orang-orang yang berserakan (sampah kali ya
) akhirnya bisalah kita masuk tapi sayangnya ga ada space kosong juga dan akhirnya kita duduk di koridor diantara selonjoran kaki orang, dan kayaknya orang naroh ikan asin aja lebih layak dari itu.
Ketika di perjalanan barulah aku tahu ternyata destinasi kita bukanlah ke Scout Island seperti rencana awal tapi justru ke Pulau Tidung, dan setelah mengarungi laut lebih kurang 3 jam sampailah kita di sebuah pulau yang memiliki gapura bertuliskan Tidung Island. Sampai di pulau tidung kita sudah disambut guide yang akan menemani kita selama di pulau itu dan kita ditempatkan di sebuah rumah dengan dua kamar dan satu buah AC yang di Split untuk 2 ruangan. Selain Guide tersebut ternyata di pulau itu sudah ada 3 orang yang akan gabung juga dengan rombongan kita jadi total orang yang ikut ada 12 orang yaitu aku, Helmi,Fitri,Adis,Farida,Bagus(Bugs),Yuli (Bi2r),Resvi,Wahyu, Afdel,Mario n Nini.
Satu rumah berukuran lebih kurang 45 m2 dengan 2 kamar dan satu buah AC 1/2 PK dan satu toilet dihuni oleh 12 orang bisa dibayangkan bagaimana nasib kita nanti malam, tapi ya sudahlah pikirku pasti selalu ada hikmah di setiap derita
, pengorbanan belum berakhir disitu untuk mengelilingi pulau pihak Travel Agent (TA) menyediakan kendaraan berupa sepeda dan sepeda yang disediakan ada yang remnya blong, sadeelnya patah, stangnya bengkok dan yang paling menyiksa kita joknya yang kecil dan keras karena sudah terlalu lama dipakai.
Dengan tetap mencoba berpikir positif dan menahan sakit di tulang ekor kami melanjutkan agenda untuk mengelilingi pulau dengan destinasi awal pulau di sebelah barat pulau, ketika sampai di pantai itu mulailah terlihat gap yang saya bayangkan sebelumnya, Fitri asyik berpoto dengan teman2nya begitu juga teman2 Helmi asyik berfoto dengan temannya, untungnya Helmi masih mau ngajak ngobrol jadi ga terlalu garing, tapi bukan itu yang membuatku sedih, kondisi tepi pantai yang kotor dan penuh sampah berserakanlah yang mengiris-ngiris hatiku shinggga membuatku terdiam dan terpamangu (lebay mode : ON
).
Setelah beberapa menit berlalu di pantai sebelah barat pulau tidung kita di beri peluang menikmati waktu masing-masing tanpa gangguan sang guide, di waktu luang itulah kami akhirnya bisa saling “mengenal” dan ternyata mereka teman2 yang hebat dan menyenangkan, dan berlanjutlah kebersamaan kitadi pulau itu.
tanpa diduga di sore hari muncullah masalah dengan pihak TA karena beberapa teman kita menganggap fasilitas yang diberikan tidak sesuai dengan janji yang dikatakan dan hal ini sempet membuat suasana sedikit lebih panas, tapi di suasana panas itulah kami bisa lebih terbuka dan lebih mengakrabkan diri dan setelah ketegangan mereda kami pun bisa menikmati liburan terhebat dan menyenangkan dan hampir tidak ada lagi gap terisa( padahal awalnya juga ga nge-gap ya
)
Liburan kita di pulau itu diakhiri dengan bersnorkeling ria, keliatannya sangat menyenangkan tapi sayangnya aku baru banget di bekam jadi kalau ikut bersnorkeling selain badanku yang penuh buletan hitam aku juga takut kalau kena air garam nanti bakalan kerasa perih , dan setelah snorkeling dan membersihkan diri kami pun berkemas pulang tentunya dengan perahu yang ga jauh beda dari waktu keberangkatan, hanya saja sekarang sedikit lebih kosong karena kita masih bisa selonjoran.
Sesampainya kembali di Muara Angke, turun dari perahu kita masih sedikit membahas tentang suasana yang sempet panas di pulau tidung dan kita berharap segala kesialan berhenti di situ dan tidak berlanjut, namun siapa nyana angkot yang kita carter untuk pulang, baru jalan lebih kurang satu kilometer as nya patah dan tidak bisa melanjutkan perjalanan dan akhirnya perjalanan pulang dilanjutkan dengan taksi dan kisah ini pun diakhiri dan alhamdulillah kami pun sampai sekarang selamat di tujuan masing2 dan tidak kurang satu apapun (^_^).
Seperti halnya semua perjalanan, pasti ada suka ada duka, ada sedih ada gembira namun yang pasti akan diakhiri oleh tawa, buat semua teman2 perjalanan, thanks guys it is the best holiday i ever had, new story, new experience and the most important is new friends, see u again in new adventure.