24 Januari 2010 pada 16:45 (Ulasan)
Suatu pagi seorang pegawai memutuskan untuk menghadap atasannya menyampaikan maksud hati dan segala uneg-unegnya untuk meminta kenaikan gaji. Atasannya kemudian tertawa, mempersilahkannya untuk duduk dan berkata, “Ha… ha… ha…, dengar kawan, anda itu bahkan belum bekerja untuk perusahaan ini meskipun satu hari! Masa sekarang mau minta naik gaji?”
Tentu saja sang pegawai sangat terkejut mendengar hal itu namun atasannya segera meneruskan.. .
Atasan : “Coba katakan ada berapa hari dalam setahun?”
Pegawai: “365 hari dan kadang-kadang 366 hari.”
Atasan : “Betul, sekarang ada berapa jam dalam sehari?”
Pegawai: “24 jam.”
Atasan: “Berapa jam kamu bekerja dalam sehari?”
Pegawai: “Dari jam 08:00 s/d 16:00 jadi 8 jam sehari.”
Atasan : “Jadi, berapa bagian dari harimu yang kamu pakai bekerja?”
Pegawai: “(mulai ngitung dalam hati… 8/24 jam = 1/3) Sepertiga!”
Atasan : “Wah pinter kamu! Sekarang berapakah 1/3 dari 366 hari?”
Pegawai: “122 (1/3×366 = 122 hari).”
Atasan : “Apakah kamu bekerja pada hari Sabtu dan Minggu?”
Pegawai: “Tidak, Pak!”
Atasan : “Berapa jumlah hari Sabtu dan Minggu dalam setahun?”
Pegawai: “52 hari Sabtu ditambah 52 hari Minggu = 104 hari.”
Atasan : “Nah, kalau kamu kurangkan 104 hari dari 122 hari, berapa yang tinggal?”
Pegawai: “18 hari.”
Atasan : “Nah, saya sudah kasih kamu 12 hari cuti tiap tahun… Sekarang kurangkan 12 hari dari 18 hari yang
tersisa itu berapa hari yang tinggal?”
Pegawai: “6 hari.”
Atasan : “Di hari Idul Fitri dan Idul Adha apakah kamu bekerja?”
Pegawai: “Tidak, Pak!”
Atasan : “Jadi sekarang berapa hari yang tersisa?”
Pegawai: “4 hari.”
Atasan : “Di hari Natal dan Tahun Baru apakah kamu bekerja?”
Pegawai: “Tidak, Pak!”
Atasan : “Jadi sekarang berapa hari yang tersisa?”
Pegawai: “2 hari.”
Atasan : “Sekarang sisa tersebut kurangi dengan Libur Waisak, Imlek, Nyepi, 1 Muharram, Maulid Nabi, Isra’ Mikraj, Wafat Yesus, Kenaikan Isa Almasih, Proklamasi.. ., berapa hari yang tersisa?”
Pegawai: “??? Gak ada sisa, Pak.”
Atasan : “Jadi sekarang anda mau menuntut apa?”
Pegawai: “Saya mengerti pak, sekarang saya sadar bahwa selama ini saya sudah makan gaji buta dengan tidak bekerja sedikit pun. Saya minta maaf, Pak.”
Atasan : “Ya udah sana dan jangan coba-coba minta naik gaji lagi yah!”
Tinggalkan sebuah Komentar
24 Januari 2010 pada 16:34 (Ulasan)
<Photo 1> Untuk Membentuk bibir yang menawan, ucapkanlah kata2 kebaikan, Untuk mendapatkan mata yang indah carilah kebaikan dari setiap orang yang anda jumpai. Untuk mendapatkan bentuk badan yang ideal berikanlah makanan kepada mereka yang kelaparan. Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah, berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan dan anda tidak akan pernah merasa sendiri.
Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakan,bentuk tubuh, atau cara dia menyisir rambut, kecantikan terlihat dari mata,cara dia memandang dunia,karena dimatanya terletak gerbang menuju setiap hati manusia,dimana cinta berkembang,
Kecantikan wanita bukan dilihat dari halusnya wajah, tapi pada kecantikan yang murni,yang langsung terpancar dari jiwanya yang bersih yang selalu penuh kasih dan perhatian, dan kecantikan itu takkan surut karena waktu, takkan keriput karena usia senja, kecantikan yang akan selalu dikenang sepanjang waktu.
Tinggalkan sebuah Komentar
23 November 2009 pada 20:50 (Kisah)
alkisah ada sebuah dialog antara si pembuat jam dengan jam yang akan dibuatnya,berikut dialog mereka :
Pembuat Jam : hai jam, sanggupkah kamu berdetak paling tidak 31.104.000 kali selama setahun?
Jam : haaaaa? ga kurang banyak tuh?? mana sanggup saya
Pembuat Jam : hmmmm, bagaimana kalau 86.400 kali dalam sehari?
Jam : delapan puluh enam ribu empat ratus kali?? denganjarum2 yang sekecil ini??
Pembuat Jam : bagaimana kalau 3.600 kali dalam satu jam?
Jam : (dengan penuh keraguan ) wah kalo itu masih banyak sekali
Pembuat Jam : hmmmmmm, oke lah kalau begitu bagaimana kalau kamu cukup berdetak satu kali setiap detik??
Jam : nah gitu dong, kalo begitu kan saya mudah menjalaninya
dan akhirnya pembuat jam itu selesai membuat jam yang dapat berdetak satu kali setiap detik, tanpa terasa detik demi detik pun berlalu dan sungguh luar biasakarena selama setahun jam itu telah berdetak tanpa henti dan itu berarti dia telah berdetak sebanyak 31.104.000 kali.
Sahabatku semua , mungkin cerita ini seperti mengada-ada, mana ada jam yang berdialog dengan pembuatnya, tapi perlu kita sadari seringkali kita bertindak seperti jam itu, selalu melihat besarnya masalah dan beratnya masalah itu dihadapi padahal ternyata kalau dikerjakan dapat selesai juga, contoh kecilnya banyak sekali siswa yang shock dan nervous ketika menghadapi Ujian Akhir,karena yang terbayang oleh dia adalah materi 3 tahun yang harus dibaca dan dihapal dalam satu minggu, maka renungkanlah,
semoga bermanfaat ^_^
Tinggalkan sebuah Komentar