RSS

Arsip Bulanan: Juni 2011

Ini Ceritaku apa Ceritamu….???

waktu itu tahun 2004 aku lulus SMA dan aku bercita-cita sekali ingin melanjutkan kuliah mengikuti jejak langkah presiden ke-3 kita pa Habibi yaitu di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule walaupun buat nyebut namanya aja aku masih kesusahan, aku pengen sekali bisa masuk ke Teknik Fisika institut tersebut.

Setelah baca-baca petunjuk kuliah di jerman, ada catatan waktu keberangkatan siap-siap bawa Indomie  jaga-jaga untuk menyesuaikan diri di sana, dan untuk bekal yang ini ane udah siap banget stok dirumah biasanya ada satu dus jaga-jaga kalo malem suka laper, sayangnya ongkos yang dikasih 150.000 dalam rupiah bukannya dalam euro jadinya ane membatalkan rencana keberangkatan ke Jerman dan bertahan dengan pilihan lokal dan terjangkau yaitu Teknik Fisika ITB, eh ternyata pas daftar ulang ( kalo daftar SPMB nya udah dikolektif pihak sekolah jauh2 hari ) harus tes buta warna, waktu itu sih PD aja walaupun sering salah nyebut nama warna perasaan masih bisa menikmati indahnya pemandangan ciptaan Tuhan, selesai tes waktu itu juga langsung dikasih tahu hasilnya dan ternyata hasilnya “buta warna” dan ketika itu perasaanku remuk redam seakan-akan ditimpa batu besar yang ga bisa lagi buatku untuk bangkit, sedih putus asa dan bertanya-tanya dalam hati koq bisa, emang buta warna itu apa dan apa salahku koq bisa buta warna???

Kaget, kecewa dan putus asa bercampuraduk tapi perasaan itu ga lebih dari satu menit dan akupun dengan berbesar hati mengalihkan pilihan ke Matematika Unpad yang ga perlu pake test buta warna. Minggu depannya aku diajak 2 orang temen sekolahku nganterin mereka daftar STAN, dan akupun bersedia tapi aku sendiri males daftar ke sekolah ini, bahkan dulu waktu ada kaka alumni yang masuk STAN dan ngejelasin tentang STAN, aku yang ga pernah keluar kelas di jam pelajaran malah mempelopori temen2 buat keluar kelas , aku sendiri heran koq dulu bisa benci banget ama yang namanya STAN ini.

setelah nganterin temen2 daftar ke BDK yang ada di Cimahi akupun mikir, kenapa ga iseng aja ya aku daftar toh kalo lulus juga entar bisa ga diambil lagian pilihan yang SPMB juga bukan cita-citaku jadi kalau lulus dua-duanya tinggal milih deh mau kuliah di tempat yang mana. setelah beberapa hari berlalu akhirnya diputuskanlah untuk mencoba daftar ke STAN dengan pilihan utama D1, soalnya pikirku kalo memang ikatan dinas kalo ngambil D3 rugi, ntar ikatan dinasnya kelamaan ga bisa deh kuliah ditempat lain. dan waktu itu uang pendaftarannya 100.000 rupiah. Selesai daftar aku merasa laper banget, tapi uang saku yang 150ribu tadi setelah dikurangi uang pendaftaran dan ongkos sisanya tinggal sedikit dan akupun memutuskan untuk beli Indomie rebus pake telur yang murah meriah :D .

Waktu itu masih kepikiran kalo ikatan dinas pasti banyak permainan didalamnya dan aku yang cuma bayar seratus ribu pastinya ga lulus, tapi tak disangka setelah melihat pengumuman namaku juga dua orang temanku yang daftar ternyata lulus bahkan satu kelas barulah aku sadar ternyata negara kita Indonesia ini tak seburuk yang kita kira, dan dikarenakan rayuan 2 orang temenku dan juga ortu temenku itulah akhirnya aku memutuskan lebih memilih STAN daripada UNPAD yang ternyata lulus juga.

Menjalani kuliah di STAN ternyata enak juga, ya gratis, dikasih buku, dikasih uang saku sudah lulus dikerjain pula (maksudnya dikasih kerjaan :D ) dan yang terpenting ternyata yang bukan koruptor juga masih banyak , (tadinya berpikir kalo orang Depkeu koruptor semua ,hehehe) dan akhirnya sayapun lupa niatan keluar dari sini setelah masa ikatan dinas habis, ini ceritaku apa ceritamu ..?

 
2 Comments

Posted by pada 27 Juni 2011 in My Diary

 

it was tough luck,or…………. ?

Sebelumnya saya mau tegaskan cerita ini hanya fiktif belaka adapun kesamaaan tokoh dan cerita adalah faktor kesengajaan karena saya tidak pintar mengarang cerita :D .

Pada hari rabu minggu yang lalu aku harus berangkat lagi ke Bandung , tapi kali ini berbeda dari biasanya kalo biasanya hanya pergi 2-4 orang, kali ini kami pergi bertujuh (dah kayak ashabul kahfi aja ya :D ) , ketujuh orang itu adalah Mrs Percaya Diri, Mr Sabar Selalu, Mr Always Freeze,Mrs Squirm, Mr Jarang Hadir, Mr Amat Santai dan tentunya yang ketujuh itu aku . Kami pergi bertujuh bukan tanpa alasan, urusan di Bandung yang cukup banyaklah yang memaksa kami harus berangkat banyak orang.

Kami start dari kantor rabu siang karena kami kira untuk hari pertama ini urusannya ga terlalu rumit jadi bisa diselesaikan dengan cepat dan urusan yang satunya lagi pun memang baru bisa dikerjakan hari kamis pagi jadi kami tidak terburu2 berangkat ke Bandung. rencana perjalanan yang memang dua hari itu membuat kami harus merencanakan menginap setidaknya untuk satu hari dan untuk hal itu Mrs Percaya Diri menugaskan saya untuk mencari hotel yang bagus dan modern.

Sebenarnya untuk urusan di Bandung aku biasa menginap di Savoy Homan kalau engga Grand Preanger karena selain posisinya dekat dengan kantor tempat kita melaksanakan tugas, hotelnya juga relative nyaman tapi Mrs Percaya Diri ingin suasana baru dan agak trauma dengan Savoy Homan yang memang sudah agak berumur. Oleh karena itu aku minta rujukan beberapa teman dan muncullah beberapa nama yaitu Sheraton, Holiday Inn dan Concordia Hotel. Untuk Sheraton dan Holiday Inn aku dah punya gambaran tapi untuk Concordia terus terang baru kali ini dengar ada di Bandung, dengan alasan itu aku mencoba menghubungi Sheraton tapi ternyata untuk hari itu penuh dan akupun melanjutkan ke Holiday inn yang ternyata penuh juga dan akhirnya aku mencoba googling di internet tentang Concordia Hotel yang di Bandung yang ternyata lebih dikenal dengan nama Balai Pertemuan Bumi Sangkuriang.

Setelah googling di internet didapatlah beberapa gambar yang merepresentasikan seperti apa hotel itu dan melihat presentasi kamarnya yang minimalis, dengan beberapa lukisan dari zaman Art nouveau dengan aliran plural painting saya tahu bahwa hotel ini umurnya belum terlalu lama ditambah lagi dengan arsitektur luar bangunan yang dominan kaca bening yang menunjukkan bahwa hotel ini baru dibangun walaupun memang bangunan dasarnya menggunakan arsitektur belanda.

Setelah yakin hotel ini layak  saya pun menelpon resepsionisnya dan booking untuk satu hari dan ternyata jumlah kamarnyapun tersedia sesuai pesanan kami. Rabu siang ketika masih di perjalanan ke Bandung pihak hotel pun menelpon saya untuk memastikan kamar yang kami pesan dan tanpa pikir panjang aku pun menjawab jadi padahal belum melihat dimana tempatnya dan bagaimana bentuk aslinya. dan yang lain pun percaya saja dengan pilihanku itu tanpa kepikiran mau cek dulu lokasinya jadi tiba di Bandung, kami langsung ke tempat kerjaan dengan harapan setelah selesai kami baru ke hotel dan istirahat disana.

Setelah urusan hari itu selesai kamipun meluncur ke hotel tersebut yang ternyata kalau dari tempat kita lumayan jauh lebih kurang 9 km, itu juga dengan jalanan Bandung yang lumayan berkelok-kelok dan mebingungkan, sebagai gambaran tempat kami bekerja di jl.Asia-Afrika sementara hotel itu ada di Jl. Kiputih ( Ciumbuleuit naek terus ampe mentok ) dan yang lebih celaka lagi tujuan kami besok ada di Jl.Kawaluyaan yang jaraknya lebih jauh lagi.

Selama perjalanan ke hotel saya membayangkan Mrs. Percaya Diri yang lagi kebingungan dan menggerutu (kami kebetulan beda mobil) karena memang posisinya agak sedikit terpinggirkan tapi saya masih berpikir positif bahwa nanti ketika sampai di hotel semuanya pasti terbayar. Ketika sampai di hotel mulailah kekhawatiran saya karena yang bagus dan modern itu ternyata balai pertemuannya saja dan juga green area nya yang memang luas, hotelnya sendiri sepintas lalu sudah terlihat nilai historisnya ( udah tua juga :( ) dan sudah di pastikan apa yang akan dikatakan Mrs PD dan saya pun langsung kebayang jangan 2 bau Muara Angke masih ngikut nih :( (baca tulisan yang Jalan-jalan ke Pulau Tidung ).

Setelah tanya ke resepsionis ternyata benar usia hotel ini sudah 192 tahun dan ketika mendengar itu langit terasa sangat gelap dan matahari pun hilang ditelan kegelapan tersebut (padahal sih emang sudah maghrib :) ), sebenarnya ga ada masalah dengan hotel ini selain ukuran kamarnya yang memang kecil selebihnya nyaman (terutama udaranya yang sueger) tapi saya terpikir jarak ke tempat kerjaan kami besok dan juga janji untuk mencarikan hotel yang tidak tua yang ternyata malah lebih tua dari hotel yang kita hindari, akhirnya walaupun menikmati tapi terbersit juga sedikit rasa bersalah sama Mrs. PD takutnya beliau ga bisa tidur nanti malam tapi nasi sudah menjadi bubur karena kami memang dateng ke hotel itu jam 5 sore sehingga kalo kita batal booking kasihan resepsionisnya yang sudah mencatat bookingan kami akhirnya dengan berat hati Mrs. PD pun menyetujui menginap di hotel itu.

Seperti yang aku bayangkan sebelumnya ga bisa dihindari perbincangan malam itu hanya seputar masalah pilihan hotel yang aku pilih, ketika waktu kita mau dinner sepanjang perjalanan setiap melihat hotel yang bagus Mr. Always Freeze selalu menyindir dengan kata-kata “Wah ,hotel ini kayaknya bagus nih ” dan pasti dilanjutkan dengan wajah ketus Mrs. PD yang ga mau lagi membahas masalah hotel, dan diakhiri dengan tawa kita semua yang duduk dibelakang.

Mengingat kondisi Mrs PD yang lagi ga moody, aku pun ga berani mengusulkan tempat dinner yang akan kami bantai, tapi setelah sedikit berkeliling di daerah Dago, Cihampelas dan Tamansari akhirnya kami memutuskan untuk makan di cafe Halaman, dengan alasan cafenya cukup cozy dan ada live musiknya, dan Mrs. PD ini suka sekali dengan musik. Waktu itu baru jam 7 sedangkan jadwal live musik baru dimulai jam 8, tapi karena terlalu lapar untuk menunggu kami pun rela melewatkan kesempatan candle light dinner dengan iringan live musik dan segera memesan makanan dengan harapan selesai makan kami masih bisa bersantai dengan menikmati iringan live music.

Untuk pesanan makanan ada cerita sendiri yang membuat aku sedikit malu, waktu memesan Mr. Sabar Selalu memesan sapi lada hitam, sedangkan aku sendiri memesan sapi cabe hijau. Waktu itu pesanan masing-masing orang datang tidak bersamaan dan pesanan aku, Mr. sabar Selalu dan Mr. Jarang Hadir belum datang ketika pesanan yang lain sudah hampir habis dimakan ( yang lain cuma pesen Mie Tasik ) . Ketika sedang harap-harap cemas pelayannya membawa satu buah piring dengan sapi, cabe hijau dan sedikit taburan lada hitam diatasnya. Karena ga yakin apa nama pesanan itu saya pun nanya ke pelayannya “ini sapi cabe hijau ya?” dan pelayannya pun menjawab “iya ” , tapi saya masih ragu soalnya koq ada lada hitamnya walaupun sedikit, Mr. Sabar Selalu juga menduga itu pasti sapi lada hitam pesanannya tapi karena sudah sangat lapar saya pun memberanikan diri “memakan” duluan tanpa menunggu dulu sapi cabe hijau yang belum datang untuk memastikan.

Baru dua suap datanglah piring satu lagi, yang berisi sapi dengan irisan cabe hijau dan cabe merah, dan tahukan anda namanya ???  dan ternyata namanya adalah “sapi cabe hijau” dan yang lebih meyakinkan adalah disana tidak ada taburan lada hitamnya. Waktu terasa berhenti sendok ke-3 yang udah siap disuap aku turunkan lagi pelan-pelan dan akupun menoleh ke Mr. Sabar Selalu yang memang duduk tepat di sebelahku, dan yang lebih membuat aku malu entah menyindir apa tidak dia bertanya ” wah sepertinya pesanannya ketuker mas, ga apa-apa nih ? ” dan akupun hanya bisa tersenyum pahit, :(

Sampai kita selesai menghabiskan semua makanan yang tersaji dan waktu itu sudah pukul delapan, belum ada tanda-tanda live music mau dimulai, baru ada orang yang bulak-balik ngecek key board dan sacsophone, lalu pergi lagi dan hal itu berlangsung sampai jam 8. 30 dan karena kelamaan menunggu akhirnya kamipun pulang dan tebak apa yang terjadi kami pulang ? live musicnya pun dimulai.

Setelah semua yang terjadi kami pun kembali ke kamar masing-masing dan dengan segala kenangan kami beristirahat, tapi diriku sendiri yang mencarikan hotel itu malah terbebani dengan semua kenangan tadi dan sempet aga susah untuk istirahat tapi ya sudahlah yang berlalu tetap berlalu, tapi ada beberapa pelajaran juga yang dapat diambil dari pengalaman hari ini, yaitu :

1. kalau jadi konsumen jangan terlalu percaya dengan satu atau dua gambar tetap saja kita harus meneliti ke lapangan setidaknya menanyakan lebih teliti apa yang kita butuhkan dan inginkan tersedia atau tidak,

2. Kalau kita jadi pengusaha kita harus tahu betul kelebihan dan kekurangan barang yang kita jual, sehingga kita bisa menampilkan sisi terbaik yang kita punya.

3. Kalau mau nonton live musik di cafe mesti larut malam, kalo masih sore ga ada. :D

 
Leave a comment

Posted by pada 22 Juni 2011 in My Diary

 

Ngga nyangka bisa ngalamin juga yang namanya “Kasmaran” :-)

Sebagai manusia biasa kita pasti punya perasaan, salah satu anugerah besar yang diberikan Allah subhanahu wata’ala kepada seluruh manusia. tidak terkecuali saya tentunya, terutama seminggu terakhir ini saya sendiri tidak percaya bisa merasakan perasaan seperti ini, terus terang seumur hidup baru kali ini saya merasakan perasaan ini dan orang-orang biasanya menyebut perasaan ini dengan nama “kasmaran”.

berawal dari tidak kenal lalu berjumpa, entah kenapa mata ini tidak mau lepas memandangnya, mata ini tidak lelah mengikuti kemanapun dia melangkah sampai akhirnya kami berpisah dan kembali ke tempat masing-masing wajahnya masih membayangi, waktu itu aku pikir ah paling besok juga lupa, tapi siapa sangka sudah seminggu berlau perasaan itu masih ada bahkan ada kerinduan yang semakin dalam seakan-akan kami sudah sangat lama sekali berpisah.

Setiap shalat dan berdoa tak pernah lepas aku menyebut namanya, berharap dia merasakan apa yang kurasakan begitu juga hendak tidur, tidak ada yang istimewa dari dirinya tapi senyuman diwajahnya terus membayang, tapi pagi tadi aku baru tersadar, aku diingatkan betapa banyak orang yang hancur karena mengikuti perasaan sehingga kucoba untuk menahan bahkan memendam perasaan yang luar biasa ini.

Perasaan memang ada tapi bukan untuk kita ikuti melainkan kita kendalikan, jika ingin gembira maka gembiralah dan jika ingin sedih maka bersedihlah. ketika gembira jangan sampai terhanyut dengan kegembiraan itu karena akan membuat kita lengah dan tidak waspada sehingga mudah bagi setan untuk masuk kedalam diri kita membuat kita sombong dan keras hati, dan jika sedih janganlah sampai berlarut-larut karena akan membuat kita menjadi orang yang tidak bersyukur bahkan kafir terhadap ni’mat Allah

 
Leave a comment

Posted by pada 12 Juni 2011 in My Diary

 

Jalan- Jalan ke Pulau Tidung

Awalnya sih ga ada rencana sedikitpun mau jalan-jalan ke salah satu pulau di Kepulauan Seribu ini, hari rabu tanggal 1 juni 2011 Helmi (temenku waktu SMA) ngajakin jalan ke Pulau Pramuka yang posisinya di Kepulauan Seribu juga, dia juga ternyata diajakin oleh temenku yang satunya lagi namanya Fitri dan  selain mengajakku mereka juga mengajak temen mereka yang lain dan disepakatilah untuk jalan-jalan ke Scott Island hari Sabtu tanggal 4 Juni 2011.

Alkisah sampailah kita pada Sabtu pagi dan aku diminta untuk kumpul dulu di rumahnya Fitri sebelum lanjut ke Muara Angke. Ketika sampe rumah Fitri, Helmi sudah ada disana beserta 3 orang temen kuliahnya yaitu Adis, Bugs and Farida dan dari ketiganya itu ga ada satupun yang aku kenal, dari sana pikiran udah ga jelas, di bayanganku Fitri akan asyik dengan temen2nya dan Helmi juga begitu karena mau ga mau mereka yang mengajak temen2nya itu untuk gabung dan aku pastinya akan mengalami liburan ter”crunchy” yang pernah ada karena aku ga bawa temen satupun.

Sampailah waktunya kita berangkat ke Muara Angke, ketika sampai di Muara Angke suasananya lebih mengejutkan lagi karena perahu yang akan kita tumpangi sudah full loaded, sebagai gambaran perahunya double deck dan tidak memungkinkan kita untuk berdiri dan kita sempet bingung bagaimana cara masuk ke kapal itu, setelah memaksakan diri melangkahi orang-orang yang berserakan (sampah kali ya :D ) akhirnya bisalah kita masuk tapi sayangnya ga ada space kosong juga dan akhirnya kita duduk di koridor diantara selonjoran kaki orang, dan kayaknya orang naroh ikan asin aja lebih layak dari itu.

Ketika di perjalanan barulah aku tahu ternyata destinasi kita bukanlah ke Scout Island seperti rencana awal tapi justru ke Pulau Tidung, dan setelah mengarungi laut lebih kurang 3 jam sampailah kita di sebuah pulau yang memiliki gapura bertuliskan Tidung Island. Sampai di pulau tidung kita sudah disambut guide yang akan menemani kita selama di pulau itu dan kita ditempatkan di sebuah rumah dengan dua kamar dan satu buah AC yang di Split untuk 2 ruangan. Selain Guide tersebut ternyata di pulau itu sudah ada 3 orang yang akan gabung juga dengan rombongan kita jadi total orang yang ikut ada 12 orang yaitu aku, Helmi,Fitri,Adis,Farida,Bagus(Bugs),Yuli (Bi2r),Resvi,Wahyu, Afdel,Mario n Nini.

Satu rumah berukuran lebih kurang 45 m2 dengan 2 kamar dan satu buah AC 1/2 PK dan satu toilet dihuni oleh 12 orang bisa dibayangkan bagaimana nasib kita nanti malam, tapi ya sudahlah pikirku pasti selalu ada hikmah di setiap derita :D , pengorbanan belum berakhir disitu untuk mengelilingi pulau pihak Travel Agent (TA) menyediakan kendaraan berupa sepeda dan sepeda yang disediakan ada yang remnya blong, sadeelnya patah, stangnya bengkok dan yang paling menyiksa kita joknya yang kecil dan keras karena sudah terlalu lama dipakai.

Dengan tetap mencoba berpikir positif dan menahan sakit di tulang ekor kami melanjutkan agenda untuk mengelilingi pulau dengan destinasi awal pulau di sebelah barat pulau, ketika sampai di pantai itu mulailah terlihat gap yang saya bayangkan sebelumnya, Fitri asyik berpoto dengan teman2nya begitu juga teman2 Helmi asyik berfoto dengan temannya, untungnya Helmi masih mau ngajak ngobrol jadi ga terlalu garing, tapi bukan itu yang membuatku sedih, kondisi tepi pantai yang kotor dan penuh sampah berserakanlah yang mengiris-ngiris hatiku shinggga membuatku terdiam dan terpamangu (lebay mode : ON :-D ).

Setelah beberapa menit berlalu di pantai sebelah barat pulau tidung kita di beri peluang menikmati waktu masing-masing tanpa gangguan sang guide, di waktu luang itulah kami akhirnya bisa saling “mengenal” dan ternyata mereka teman2 yang hebat dan menyenangkan, dan berlanjutlah kebersamaan kitadi pulau itu.

tanpa diduga di sore hari muncullah masalah dengan pihak TA  karena beberapa teman kita menganggap fasilitas yang diberikan tidak sesuai  dengan janji yang dikatakan dan hal ini sempet membuat suasana sedikit lebih panas, tapi di suasana panas itulah kami bisa lebih terbuka dan lebih mengakrabkan diri dan setelah ketegangan mereda kami pun bisa menikmati liburan terhebat dan menyenangkan dan hampir tidak ada lagi gap terisa( padahal awalnya juga ga nge-gap ya :D )

Liburan kita di pulau itu diakhiri dengan bersnorkeling ria, keliatannya sangat menyenangkan tapi sayangnya aku baru banget di bekam jadi kalau ikut bersnorkeling selain badanku yang penuh buletan hitam aku juga takut kalau kena air garam  nanti bakalan kerasa perih , dan setelah snorkeling dan membersihkan diri kami pun berkemas pulang tentunya dengan perahu yang ga jauh beda dari waktu keberangkatan, hanya saja sekarang sedikit lebih kosong karena kita masih bisa selonjoran.

Sesampainya kembali di Muara Angke, turun dari perahu kita masih sedikit membahas tentang suasana yang sempet panas di pulau tidung dan kita berharap segala kesialan berhenti di situ dan tidak berlanjut, namun siapa nyana angkot yang kita carter untuk pulang, baru jalan lebih kurang satu kilometer as nya patah dan tidak bisa melanjutkan perjalanan dan akhirnya perjalanan pulang dilanjutkan dengan taksi dan kisah ini pun diakhiri dan alhamdulillah kami pun sampai sekarang selamat di tujuan masing2 dan tidak kurang satu apapun (^_^).

Seperti halnya semua perjalanan, pasti ada suka ada duka, ada sedih ada gembira namun yang pasti akan diakhiri oleh tawa, buat semua teman2 perjalanan, thanks guys it is the best holiday i ever had, new story, new experience and the most important is new friends, see u again in new adventure.

 
Leave a comment

Posted by pada 12 Juni 2011 in My Diary

 

Memberi tidak harus menyinggung apalagi menyakiti

Pada masa setelah perang Badr, Nabi Muhammad Sollalahu alaihi wasallam merasakan kedamaian, setidaknya selama satu bulan di Madinah. Baru pada awal tahun Hijriah, Juni 626 M, datanglah kabar bahwa suku Gathafan berencana untuk menyerang mereka lagi. Beliau segera berangkat bersama empat ratus pasukan ke daratan Najd, tapi ternyata pasukan musuh telah kabur sebelum diserang. pada ekpedisi itu ditengah perjalanan beliau mendapatkan wahyu untuk melakukan shalat dalam keadaan darurat yang kita kenal sekarang dengan shalat khauf, dimana mereka boleh meringkas shalat dan menyesuaikan gerakan- gerakannya dalam keadaan bahaya, dan sebahagian orang boleh berjaga-jaga sementara yang lain mendirikan shalat.

dalam ekspedisi itu pula ada cerita yang menyentuh saya dan saya jadikan pelajaran berharga, cerita ini diceritakan oleh salah satu sahabat yang bernama Jabir bin Abdullah dan kisah ini saya ambil dari buku “Muhammad” karangan Abu Bakar Siraj Al-Din (Martin Lings) yang dinukil dari kitab Siratu Rasulullah karya Muhamad Ibn Ishaq yang walaupun dinyatakan sebagai rawi hadits yang mudallis tapi tidak ada yang meragukan beliau dalam kejujurannya menuturkan sejarah, berikut penggalan kisah tersebut

Jabir menuturkan perjalanan pulang dari Najd ke Madinah, sebagian besar pasukan berjalan di depan, sementara Nabi Muhammad Sollalahu alaihi wasallam dengan beberapa sahabatnya berjalan agak di belakang. Unta Jabir sudah sangat tua dan lemah, sehingga tidak menyamai langkah rombongan lainnya. Maka tak lama kemudian Nabi menyusulnya dan bertanya kepadanya mengapa ia tertinggal di belakang. Jabir menjawab ” hai Rasulullah, untaku ini sudah tidak bisa berjalan lebih cepat lagi”. “Rundukkanlah ia” ujar Beliau, sambil merundukkan juga untanya.” mana pecutnya ? ” tanya beliau. Jabir mengambil pecut dan memberikannya kepada Nabi. Beliau memukul unta jabir sekali dua kali dan menyuruh Jabir utuk menaikinya lagi. “Dan kamipun berangkat lagi dan demi Dia yang telah mengutus Rasul- Nya dengan kebenaran untaku dapat berjalan dengan cepat, mendahului beliau.’

Diperalanan aku bercakap-cakap dengan Rasulullah, beliau berkata,” maukah kamu menjual untamu kepadaku?”tidak usah, akan kuberikan unta ini kepadamu” jawabku, ” Juallah kepadaku “pinta Nabi lagi, dari nada suaranya tampaknya Nabi memang ingin menawar untanya. maka aku mempersilahkan beliau untuk mengajukan penawaran terlebih dahulu “satu dirham” Nabi membuka pnawarannya. “tidak bisa” jawabku Nabi pun menaikkan lagi peawarannya hingga dicapai harga empat puluh dirham ayng setara dengan satu ons emas dan akupun menyetujuinya.

Beliau kemudian bertanya lagi ” sudahkah kau menikah, hai Jabir?” ketika aku menjawab sudah beliau bertanya lagi “dengan seorang janda atau perempuan? dengan janda jawabku, “Mengapa tidak dengan sorang perawan, sehingga engkau bersenang-senang dengannya dan ia bersenang-senang denganmu?”Hai Rasulullah, ayahku gugur di perang Badr dengan meninggalkan tujuh anak perempuan, maka aku menikahi wanita yang keibuan agar dapat merawat mereka”Beliau menyatakan bahwa keputusanku sudah tepat, Setelah mencapai Shirar kira2 3 mil dari Madinah, beliau akan mengurbankan beberapa ekor unta dan berhenti disana beberapa hari. Beliau mengatakan bahwa istriku akan mendengar kabar kepulangan ku, menyiapkan tempat tidur, dan membershkan bantal-banta dari debu.” Kami tidak memiliki bantal hai Rasulullah” jawabku, “tenang saja, bantal- bantal itu pasti akan datan ” jawab Nabi “maka, jika engkau sampai di ruah, lakukan apa yang telah kita sepakati.”

esoknya setelah kami kembali, kubawa unta tuaku kedepan pintu rumah Nabi. Nabi keluar dan menyuruhku meninggalkan unta dan ikut salat dua rakaat di Masjid. Kemudian,  Nabi menyuruh Bilal menimbang satu ons emas untuk membayar untaku. setelah kuambil emas itu dan hendak ku bawa pergi Nabi memanggilku kembali, “ambillah untamu” kata Nabi, “ini milikmu dan simpanlah emas ini untukmu.”

begitulah singkat ceritanya, sungguh indah bagaimana cara Rasulullah Sollalahu alaihi wasallam memberi, alih2 menyakiti dan menyinggung yang diberi mlahan berusaha agar yang diberi tidak menyadari kalau dia akan diberi. Semoga rekan-rekan juga bisa mengambil pelajaran dari kisah ini yang pastinya tiap pembaca berbeda pula nilai yang didapat.

 
Leave a comment

Posted by pada 11 Juni 2011 in Kisah

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 724 pengikut lainnya.