RSS

Arsip Bulanan: Juli 2011

Kesempatan

Konsekuensi dari sikap yang kita ambil memang tidak selalu manis, tapi bersyukurlah karena tidak semua orang punya ksempatan memilih

 
Leave a comment

Posted by pada 18 Juli 2011 in My Diary

 

Kisah Cinta Baut dan Mur

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Robb kami, tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka dipeliharalah kami dari siksa neraka.”

(QS.3:190-191)

Begitu banyak mahluk yang Allah subhanahu wata’ala ciptakan, diantaranya ada yang sangat jelas manfaatnya buat kita dan ada juga yang perlu pemikiran yang mendalam untuk mengetahui apa maksud dari penciptaan tersebut, hanya yang pasti dari semua yang Allah ciptakan itu tidak ada yang sia-sia “……Ya Robb kami, tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka dipeliharalah kami dari siksa neraka.”

Salah satu yang banyak manfaatnya adalah besi, hampir seluruh perangkat yang kita gunakan mengandung besi. Zat yang dalam tabel periodik mempunyai simbol Fe dan nomor atom 26 ini mempunyai banyak sekali kegunaan bahkan darah kita pun mengandung zat ini. Tapi kegunaan besi pada umumnya sudah diketahui banyak orang oleh karena itu saya akan mengambil hikmah dari besi dengan sudut pandang yang lain yang akan dikisahkan dalam cerita berikut, silahkan menyimak :

Alkisah pada suatu  hari Bautista (Baut ) bertemu dengan Murti (Mur) disebuah taman kota yang cantik, pada pandangan pertama mereka sudah saling memiliki ketertarikan masing-masing, Baut begitu tertarik dengan kecantikan Mur yang menurut dia waktu itu tiada duanya disisi lain Mur juga melihat Baut begitu gagah dan mempesona tapi karena baru bertemu merekapun hanya tersipu malu dan memalingkan muka tapi tanpa kesepakatan lisan seolah otomatis mereka langsung duduk di bangku yang sama,namun bangku berukuran panjang hanya 2 meter itu belum bisa mencairkan suasana hati mereka yang kaku sehingga walaupun tidak ada orang lain lagi mereka duduk berseberangan, Baut di ujung kiri dan Mur di ujung sebelah kanan.

Beberapa menit berlalu seakan-akan sudah berjam-jam dan Baut pun mulai ga tahan dengan kebekuan ini dan akhirnya memberanikan diri memulai pembicaraan .ternyata Baut sangat menikmati sekali berbincang-bincang dengan Mur seakan-akan mereka sudah kenal bertahun-tahun dan mereka pun tidak menyadari kalau mereka belum saling kenal.

Matahari mulai merendah dan jam ditangan Mur sudah menunjukkan pukul 5 sore dan mau ga mau mereka harus menyudahi perbincangan mereka, ketika Mur hendak pergi barulah Baut sadar kalau mereka belum kenalan dan tanpa pikir panjang Baut langsung menanyakan nama dan nomer telepon Mur, Mur pun dengan senang hati memberikan nomer handphone nya dengan harapan bisa sering berbincang-bincang dengan Baut.

Hari demi hari terus berlalu dan tidak ada seharipun yang dilewatkan Baut untuk menelpon atau SMS ke Mur walaupun hanya sekedar menanyakan kabar. semakin lama mereka merasakan kecocokan satu sama lain semakin besar, Baut merasa Mur-lah pasangan yang diharapkan, Mur sendiri merasa tidak ada laki-laki lain yang lebih baik dari Baut dan sudah sangat berharap Baut segera menyatakan cintanya dan lebih baik lagi segera meminangnya.

Setelah beberapa bulan dari sejak pertama kali mereka berkenalan , Baut pun mulai merasa harus memantapkan hati dia pun bertanya kepada orang tuanya tentang pilihannya yaitu Mur, pada awalnya orang tua Baut tidak setuju dengan pilihannya tersebut karena menurut mereka Mur orangnya terlalu mudah bergaul dan mereka pikir Baut nantinya akan sering merasa cemburu dan dikhianati  tapi dengan pertimbangan kebahagiaan Baut nantinya merekapun akhirnya menyetujuinya.

Setelah mendapatkan persetujuan dari orangtuanya Baut pun memberanikan diri dan langsung meminang Mur yang juga sudah sangat menunggu-nunggu. Singkat cerita sampailah mereka pada jenjang pernikahan haru campur bahagia dirasakan oleh Mur, bahagia karena akan menjalin kebersamaan dengan orang yang dicintai tapi disisi lain juga sedih karena ga lama lagi akan meninggalkan orang tua yang ga kalah dia cintai juga.

Waktu pernikahan Mur dan Baut sangat berbahagia sekali, ketakutan berpisah dengan orang tua yang dirasakan Mur kalah oleh kebahagiaan dari banyaknya ucapan selamat dari kerabat dan teman mereka berdua yang datang , dua hari sejak menikah mereka masih sangat bahagia namun dihari ketiga mulailah timbul beberapa masalah kecil, Baut merasa Mur tidak seperti yang dia bayangkan kebiasaan2 kecil Mur ada beberapa yang mengganggunya tidak terkecuali Mur juga merasakan hal yang sama, tapi mereka masih menahan diri, mereka ingat waktu sebelum menikah orang tua mereka pernah menasihati tentang itu, bahwa sebagai besi yang bersifat korosif, Baut dan Mur tidak dapat menahan kodrat akan datangnya karat diharapkan atau tidak karat itu akan datang dan merusak masing-masing dan untuk itu mereka harus saling menjaga.

Baut dan Mur pun sepakat untuk saling melindungi setiap ada cobaan datang baik itu air yang membasahi ataupun kerasnya kandungan udara, Baut dengan sigap membersihkan Mur dan melindungi Mur sehingga terbebas dari resiko berkarat dan begitu juga Mur dengan telaten selalu melayani Baut dan menghindarkannya dari resiko berkarat, 2 tahun pun mereka dapat lewati dengan tetap saling mencintai dan saat-saat yang dinantipun tiba yaitu kehamilan Mur, dan berita ini semakin mempererat jalinan kasih mereka.

Setelah kelahiran anak mereka mulai timbul masalah baru lagi Baut merasa Mur kurang bisa mengurus anak sementara Mur sendiri berharap sepulang kerja Baut dapat menggantikan dia yang lelah mengurus anak seharian, tapi Baut yang juga kelelahan karena tekanan pekerjaan malah datang dengan muka lesu dan tidak mau diganggu dengan urusan anak yang sudah dia anggap sepenuhnya urusan Mur.

Semakin hari Mur semakin merasa tertekan dan semakin kecewa terhadap Baut, dan disela masa2 suntuknya itu Mur mengisi waktunya dengan aktifitas jejaring sosial Facebook, di FB itulah dia ketemu dengan teman sekolahnya dulu, karena merasa dekat Mur ga canggung untuk membicarakan masalah keluarganya pada temannya itu dan gayungpun bersambut ternyata temannya itu memiliki masalah yang sama dan akhirnya mereka semakin dekat.

Hari-hari Mur tidak suram lagi karena dia sudah mendapatkan tempat untuk berbagi beban yang dia rasa tidak bisa dibagi dengan suaminya, kecocokan dengan temannya di FB membuat dia lupa kalau dulu pertama kali bertemu dengan Baut dia merasakan hal yang sama bahkan jauh lebih besar. membuat dia lupa kalau dulu sosok Bautlah yang selalu ada dipikirannya. Sampai pada suatu hari Mur pun memberanikan diri meminta bercerai kepada Baut yang dia rasa sudah cocok lagi, yang dia rasakan Baut sudah berkarat terlalu banyak dan Mur tidak sanggup lagi membersihkan karat-karat itu, Mur lupa kalau dia sudah sama-sama berkarat.

Ikatan suci pernikahan dan anak mereka membuat proses ini semakin sulit belum lagi seperti yang kita tahu Baut dan Mur yang disatukan jika sudah berkarat akan sulit untuk dilepaskan dan kalau dipaksakan masing-masing pasti akan mendapatkan luka yang sama. Tetapi Mur sudah jemu dengan semua ini dan sudah tidak tahan ingin menjalin kisah dengan temannya tadi dan diapun tetap memaksa untuk berpisah. Baut walaupun dengan berat hati mengingat anak mereka dan apa yang mereka telah lalui bersama akhirnya setuju untuk melepas Mur dengan harapan suatu hari Mur akan sadar dengan kesalahannya dan kembali padanya.

Setelah berpisah dengan Baut, Mur pun dengan bahagia menjalin kasih dengan temannya, namun ternyata sudah kodrat sebuah hubungan selalu ada badai yang menerpa, dan kali ini ternyata jauh lebih besar dari yang dirasakan sewaktu dengan Baut , hanya sebentar sekali Mur merasakan kebahagiaan masih segar diingatan Mur walaupun Baut sering cuek dan tidak mengabulkan permintaannya tapi Baut tidak pernah sedikitpun menamparnya dan puncak kemarahan Baut hanya sampai membentak, sedangkan pasangannya sekarang sepertinya hanya menganggap Mur pelampiasan sesaat, caci maki bahkan tamparan sering Mur rasakan dan Mur pun menyadari kesalahannya.

sedih,kecewa sekaligus malu dirasakan oleh Mur dan diapun merasa harus kembali dan meminta maaf pada Baut, dengan harapan Baut masih mau menerimanya kembali namun apadaya nasi sudah menjadi bubur, Baut pun bukan tipe orang yang meratapi diri dan hanyut pada kesepian, sekarang Baut sudah beristri lagi dan Mur pun harus menelan pil pahit ini sendirian.

Sahabat, cerita diatas mungkin hanya roman picisan belaka, tapi memang begitulah sebuah hubungan seperti Mur dan Baut yang awalnya pas seiring berjalannya waktu lama-lama akan berkarat juga, barangsiapa yang sabar dengan karat yang mengganggu itu maka beruntunglah dia karena tanpa disadari karat itulah yang semakin memperkuat ikatan mereka, kalo ga percaya silahkan coba membuka baut yang sudah berkarat pasti lebih susah daripada yang masih baru. namun merugilah yang tidak sabar dengan karat itu karena jika dipaksakan untuk lepas tidak ada lagi baik Mur ataupun Baut lain yang bisa pas karena masing masing sudah memiliki karat yang bentuknya tidak beraturan, ada juga yang hanya sekedar bisa masuk tapi ga ada kekuatan pengikatnya sehingga mudah lepas, jadi bagi yang sudah berkarat bersabarlah dengan pasangan masing-masing :D .

 
Leave a comment

Posted by pada 6 Juli 2011 in Kisah

 

Munafik itu APA SIH?

Sesungguhnya segala puji dan syukur hanya untuk Allah. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, dan memohon ampun kepada-Nya. Kami juga berlindung kepada-Nya dari keburukan jiwa-jiwa kami dan dari kejelekan amal-amal perbuatan kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada seorang pun yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan oleh-Nya maka tidak ada seorang pun yang dapat memberikan petunjuk kepadanya. Kami bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah selain Allah, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Kami juga bersaksi bahwa Muhammad bin ‘Abdillah adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad, keluargnya, para sahabatnya, dan orang-orang yang senantiasa berusaha mengikutinya hingga Hari Kiamat kelak.

Tulisan ini terinspirasi dari dialog dengan beberapa orang yang dengan mudahnya mengatakan “ah jangan munafik loe” dan juga kalimat “ gue sih ga munafik” atau juga kalimat “ jangan munafik deh,..” dan biasanya disandingkan dengan perbuatan maksiat yang menurut orang itu lebih baik untuk blak-blakan daripada menutup-nutupinya dan jadi orang yang sok baik.

Untuk mengerti apa itu munafik kita bisa perhatikan beberapa hal berikut :

  • Hadis riwayat Abdullah bin Amru ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. pernah bersabda: Ada empat sifat yang bila dimiliki maka pemiliknya adalah munafik murni. Dan barang siapa yang memiliki salah satu di antara empat tersebut, itu berarti ia telah menyimpan satu tabiat munafik sampai ia tinggalkan. Apabila berbicara ia berbohong, apabila bersepakat ia berkhianat, apabila berjanji ia mengingkari dan apabila bertikai ia berbuat curang. (Shahih Muslim No.88)
  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Ada tiga tanda orang munafik; apabila berbicara ia berbohong, apabila berjanji ia mengingkari dan apabila dipercaya ia berkhianat.
    (Shahih Muslim No.89)
  • Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.:
    Bahwa beberapa orang munafik pada masa Rasulullah saw. selalu tidak ikut serta bila Nabi saw. pergi berperang. Mereka bergembira-ria dengan ketidakikutsertaan mereka bersama Rasulullah saw. Lalu apabila Nabi saw. telah kembali, mereka mengemukakan alasan kepada beliau sambil bersumpah dan berharap mendapatkan pujian dengan apa yang tidak mereka perbuat. Maka turunlah ayat: Janganlah sekali-kali kamu menyangka, bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan, janganlah kamu menyangka mereka akan terlepas dari siksa. (Shahih Muslim No.4981)
  • Yang paling aku takutkan bagi umatku adalah orang munafik yang pandai bersilat lidah. (HR. Abu Ya’la)
  • Yang paling aku takuti atas kamu sesudah aku tiada ialah orang munafik yang pandai bersilat lidah. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)
  • dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan: “Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)”. Mereka berkata: “Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu”. Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran daripada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.Q.S Ali- Imran :167
  • dan janganlah kamu menjadi sebagai orang-orang (munafik) yang berkata: “Kami mendengarkan, padahal mereka tidak mendengarkan.

Kalau boleh menarik kesimpulan dari beberapa poin diatas, menurut saya ciri orang munafik dengan bahasa kita sekarang adalah :

  1. Pendusta
  2. Pengkhianat
  3. Culas (hanya mengambil sesuatu yang menguntungkan dirinya secara langsung)
  4. Orang yang suka ingkar janji

Dari sedikit ulasan diatas kita bisa tahu kejujuran memang bukan ciri orang munafik, oleh karena itu kita harus menjadi orang jujur yang merupakan karakter orang mukmin, tetapi bukanlah hal yang benar kita mengungkapkan aib kita pada orang lain seperti yang dikatakan dalam hadist berikut :

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Semua umatku akan ditutupi segala kesalahannya kecuali orang-orang yang berbuat maksiat dengan terang-terangan. Masuk dalam kategori berbuat maksiat terang-terangan adalah bila seorang berbuat dosa di malam hari kemudian Allah telah menutupi dosanya, lalu dia berkata (kepada temannya): Hai Fulan! Tadi malam aku telah berbuat ini dan itu. Allah telah menutupi dosanya ketika di malam hari sehingga ia bermalam dalam keadaan ditutupi dosanya, kemudian di pagi hari ia sendiri menyingkap tirai penutup Allah dari dirinya. (Shahih Muslim No.5306)

Menutupi kesalahan kita bukanlah agar kita tetap terlihat baik di mata orang lain, tetapi untuk mencegah agar aib yang kita lakukan tidak diikuti oleh orang lain yang akhirnya dianggap hal yang biasa dan pada ujungnya menimbulkan kemaksiatan massal.  Sebagai ilustrasi di sebuah kantor pada awalnya orang- orang malu untuk menerima uang sogokan dan kalaupun menerima mereka melakukannya secara sembunyi-sembunyi dengan begini tiap orang seakan-akan saling menjaga, ketika seseorang mau menerima sogokan secara otomatis akan lebih memilih menolak sogokan itu jika ada temannya yang kebetulan mengetahui. Akan tetapi jika satu orang saja berani melakukan secara terang-terangan dengan alasan dia ga mau jadi orang munafik yang pura-pura menolak padahal sebenarnya menerima kawan-kawan yang lain pun akan berpikir ga usah takut dan malu lagi toh yang lain juga sama-sama menerima akhirnya lambat laun tindakan itu akan dilakukan terang-terangan dan orang yang tidak terbiasa menerimapun bisa jadi terpaksa menerima karena sudah menjadi system terstruktur.

Begitu juga dengan perjinahan, ketika beberapa orang berani mengatakan kekhilafannya yang tidak bisa menahan diri ketika bersama pasangannya dengan alasan yang sama “ gue sih ga munafik emang gue pengen, normal kan? ” maka lambat laun perbuatan itu akan menjadi sesuatu hal yang wajar yang pada akibatnya seperti terlihat sekarang remaja-remaja bahkan orang dewasapun berani mempertontonkan kemesraan dimana saja dan kapan saja.padahal Rasulullah SAW berkata sebagai berikut :

Bagaimana kamu apabila dilanda lima perkara? Kalau aku (Rasulullah Saw), aku berlindung kepada Allah agar tidak menimpa kamu atau kamu mengalaminya. (1) Jika perbuatan mesum dalam suatu kaum sudah dilakukan terang-terangan maka akan timbul wabah dan penyakit-penyakit yang belum pernah menimpa orang-orang terdahulu. (2) Jika suatu kaum menolak mengeluarkan zakat maka Allah akan menghentikan turunnya hujan. Kalau bukan karena binatang-binatang ternak tentu hujan tidak akan diturunkan sama sekali. (3) Jika suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan maka Allah akan menimpakan paceklik beberapa waktu, kesulitan pangan dan kezaliman penguasa. (4) Jika penguasa-penguasa mereka melaksanakan hukum yang bukan dari Allah maka Allah akan menguasakan musuh-musuh mereka untuk memerintah dan merampas harta kekayaan mereka. (5) Jika mereka menyia-nyiakan Kitabullah dan sunah Nabi maka Allah menjadikan permusuhan di antara mereka. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Naudzubillah tsumma naudzubillah, belum lagi sekarang fenomena kaum pecinta sesama jenis yang sudah mulai merebak di masyarakat dan mereka berani menampilkan status mereka, lagi-lagi alasan mereka sama “ gue ga munafik ya, emang gue suka mau diapain lagi”  dan diawali dengan satu-dua orang yang tampil di media dengan menampilkan status dan gaya mereka maka menjamurlah mereka bahkan ada beberapa yang berani membuat kelompok sendiri dan mempertontonkan betapa hebatnya hubungan yang mereka jalani padahal sangatlah jelas adzab Allah terhadap perbuatan mereka seperti dalam Q.S An-Naml berikut :

Dan (ingatlah kisah) Lut, ketika dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah itu sedang kamu melihat (nya)?”

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ

54

Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu (mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu)”.

أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ

55

Maka tidak lain jawaban kaumnya melainkan mengatakan: “Usirlah Lut beserta keluarganya dari negerimu; karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (mendakwakan dirinya) bersih”.

فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوا آلَ لُوطٍ مِنْ قَرْيَتِكُمْ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ

56

Maka Kami selamatkan dia beserta keluarganya, kecuali istrinya. Kami telah menakdirkan dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).

فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلا امْرَأَتَهُ قَدَّرْنَاهَا مِنَ الْغَابِرِينَ

57

Dan Kami turunkan hujan atas mereka (hujan batu), maka amat buruklah hujan yang ditimpakan atas orang-orang yang diberi peringatan itu.

 

Dan juga beberapa hadist berikut :

Ada empat kelompok orang yang pada pagi dan petang hari dimurkai Allah. Para sahabat lalu bertanya, “Siapakah mereka itu, ya Rasulullah?” Beliau lalu menjawab, “Laki-laki yang menyerupai perempuan, perempuan yang menyerupai laki-laki, orang yang menyetubuhi hewan, dan orang-orang yang homoseks. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)

Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melaknat laki-laki yang bertingkah laku wanita dan wanita yang bertingkah laku laki-laki. Beliau bersabda: “Usirlah mereka dari rumahmu.” Riwayat Bukhari.

 

Apa yang saya bahas ini bukan berarti kita boleh melakukan kemaksiatan asal diakukan secara sembunyi-sembunyi, melainkan mengingatkan kita semua terutama saya pribadi bahwa memang wajar sebagai manusia melakukan kemaksiatan karena kita memang tempatnya salah dan lupa, kalau dalam keadaan sadar akan akibat yang ditanggung saya yakin tidak ada yang mau melakukan kemaksiatan, namun ketika khilap melakukan kemaksiatan maka lebih baik cukup bagi kita menyadarinya, berusaha memperbaikinya dan yang paling penting tidak henti-hentinya meminta ampunan kepada Allah dan menutupi setiap kemaksiatan dengan kebaikan dan semoga kita termasuk orang-orang yang diampuni Allah. Amin

 

 
Leave a comment

Posted by pada 2 Juli 2011 in My Diary

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 724 pengikut lainnya.