RSS

Arsip Penulis: muchtarnawawi

Tentang muchtarnawawi

Not an Ordinary people, talkative,perpeksionis,suka ngajak orang laen supaya bener tapi dirinya sendiri ngaco, jujur tapi sedikit licik, cek

Untuk Pendampingku Suatu Ketika Nanti

masih ingat tulisan saya setahun yang lalu yang berjudul “For Someone in somewhere, i miss u so much” ? kalo ga salah publishnya bulan April 2011, nah kalau yang ini note di facebooknya istri waktu pertama kali saya menyatakan ingin menikahi dia (tapi bukan bikinan dia copas entah dari mana ), mungkin sih untuk menjawab tulisan saya sebelumnya selamat membaca semoga bermanfaat :)

Untuk Pendampingku Suatu Ketika Nanti

hanya ingin berbagi kata,,,

Kepadamu yang akan menjadi pendampingku kelak..Terima kasih karena telah memilihku di antara ribuan bidadari di luar sana yang siap untuk kamu pilih.. Padahal kamu begitu tahu, aku hanya wanita biasa, yang sangat jauh dari sempurna.Kerananya ku ingin kamu tahu, aku bukan wanita yang sempurna, aku begitu banyak kekurangan. Maka ketahuilah..

Kepadamu yang akan memilihku kelak..Aku tak sebijak Siti khadijah, kerananya ku ingin kamu tahu, aku akan saja berbuat salah dan begitu menyedihkan. Maka ku mohon padamu, bijaklah dalam menghadapiku, jangan marah padaku, nasihati aku dengan hikmah, kerana bagiku kamulah pemimpinku, tak akan berani ku membangkang padamu..Duhai kau yang telah memilihku kelak.. Ingatlah, tak selamanya aku akan cantik di matamu, ada kalanya aku akan begitu kusam dan hodoh. Mungkin kerana aku begitu sibuk di dapur, menyiapkan makan untuk kamu dan anak-anak kita nanti –Insya’Allah-. Maka aku akan tampak kotor dan berbau asap. Atau kerana seharian ku harus meguruskan istana kecil kita, agar kamu dan anak kita dapat tinggal dengan nyaman dan damai. Maka mungkin aku tak sempat berdandan untuk menyambutmu sepulang bekerja.. Ataukah kamu akan menemukanku tersengguk-sengguk saat mendengar keluhan dan ceritamu, bukan kerana aku tak suka menjadi tempatmu menumpahkan segala rasamu, tapi karena semalam saat kau tertidur dengan nyenyak, aku tak sedetikpun tertidur karena harus menjaga anak kecil kita yang sedangsakit, dan ku tau kamu letih mencari rezeki untuk kami maka tak ingin ku mengusik sedikit pun lelapmu.. Jadi jika esok pagi kau mendapatiku begitu letih dan ada lingkaran hitam di mataku, maka tetaplah tersenyum padaku, kerana kau adalah kekuatanku..

Padamu yang menjadi nahkoda dalam hidupku kelak..Ketahuilah, aku tak sesabar Fatimah, ada kalanya kau akan menemukanku begitu marah, menangis , bukan kerana ku membangkang padamu, tapi aku hanya wanita biasa, aku juga perlu tempat untuk menumpahkan beban di hatiku, tempat untuk melepaskan penatku, dan mungkin saat itu aku tak menemukanmu, atau kau begitu sibuk dengan pekerjaanmu, maka bersabarlah, yang ku perlukan hanya pelukan dan belaianmu.. Kerana bagiku kau adalah titisan embun yang mampu memadamkan segala resahku..Ataukah ada kalanya tanganku akan mencubit dan memukul penuh kasih sayang si kecil kerana lelah dan penatku di tambh rengekannya yang tak habis-habisnya. Sungguh bukan kerana ku ingin menyakitinya, tapi kadang aku kehabisan cara untuk menenangkan hatinya. Maka jangan memarahiku kerana telah menyakiti buah hati kita, tapi cukup kau usap kepalaku, dan bisikkan kata sayang di telingaku, kerana dengan itu ku tau kamu selalu menghargai semua yang ku lakukan untuk kalian, dan kamu akan menemukanku menangis menyesali perlakuanku pada anak kita, dan aku akan merasakan ribuan kali rasa sakit dari cubitan yang ku berikan padanya, dan aku akan berjanji tak akan mengulanginya lagi..Padamu yang menjadi imam dalam hidupku kelak..

Ketahuilah, aku tak secerdas Aisyah.. Maka jangan pernah bosan mengajariku, membimbingku ke arah-Nya, walau kadang aku begitu bebal dan bodoh, tapi jangan pernah letih mengajariku.. Jangan segan membangunkanku di sepertiga malam untuk bersamamu bermunajat pada Kekasih yang Maha Kasih.. Jangan letih mengingatkanku untuk terus bersamamu mendulang pahala dalam amalan-amalan sunnah.. Bimbing tanganku ke JannahNya, agar kamu dan aku tetap bersatu di dalamnya.Padamu yang menjadi kekasih hati dan teman dalam hidupku..

Seiring berjalannya waktu, kamu akan menemukan rambutku yang dulu hitam legam dan indah, akan menipis dan memutih. Kulitku yang bersih akan mulai kereput. Tanganku yang halus akan menjadi kasar.. Dan kau tak akan menemukanku sebagai wanita cantik, yang kau khitbah puluhan tahun yang lalu.. Bukan wanita muda yang selalu menyenangkan matamu.. Maka jangan pernah berpaling dariku.. Karena satu yang tak pernah berubah, bahkan sejak dulu akan terus bertambah dan kian bertambah, iaitu rasa cintaku padamu..Ketahuilah.. Tiap harinya, tiap jam, minit dan detiknya, telah aku lewati dengan selalu jatuh cinta padamu..Maka, cintailah aku, dengan apa adanya aku.. Jangan berharap aku menjadi wanita sempurna.. Maafkan aku kerana aku bukan puteri.. Aku hanya wanita biasa.

 
Leave a comment

Posted by pada 1 Juni 2012 in My Diary

 

Akhirnya Menikah Juga ^_^

Gambar

Minggu 5 Desember 2011 awal pertemuan kami, tidak ada sedikitpun rasa terbersit waktu itu hanya terlintas dipikiran tidak ada salahnya untuk mencoba, dan mungkin itu juga yang dia rasakan waktu itu. setelah pertemuan pertama itu tidak ada satupun yang berani untuk memulai kontak terlebih dahulu. Saya diam dan diapun tidak jauh berbeda sampai akhirnya saya memberanikan diri untuk memulai dengan harapan dia memang layak untuk dijadikan pasangan hidup.

lalu dimulailah SMS-an dengan dia, itupun hanya sehari sekali kalo ga pagi ya malem dan beberapa hari setelah itu dengan pertimbangan dia pun memberikan respon maka dimulailah aktivitas menelepon itupun cuma seminggu sekali dan dengan durasi waktu yang cukup singkat karena satu sama lain bingung topik apa yang harus dibicarakan.

Hanya beberapa hari setelah itu saya berani memberikan opsi ke dia untuk menentukan pilihan dengan batas waktu hanya satu bulan yang berarti di minggu ke-3 bulan Januari tahun 2012 kita harus sudah mempunyai keputusan masing-masing dan selama satu bulan itu dia bebas bertanya apa saja tentang saya dan begitu juga dengan saya bebas bertanya apa saja tentang dia.

Belum ada perasaan apapun terlibat pada waktu itu, karena dari awal saya niatkan bahwa saya hanya akan mencintai orang yang saya nikahi, dan sebelum itu yang ada di benak saya hanya hitung-hitungan praktis, baik atau buruk jika hal ini berlanjut.

belum genap seminggu sejak batas waktu dimulai ada berita yang cukup mengejutkan yaitu saya dipindahtugaskan ke daerah lain yaitu di Bandung dan pada waktu itu posisi saya masih di Bekasi dan yang lebih mengagetkan lagi ternyata dia baru saja mendaftar kerja di salah satu bank dan meminta penempatan di Bekasi dengan tujuan awal agar dapat berinteraksi lebih intens sehingga bisa saling mengenal lebih baik lagi yang ga bisa didapat dari hanya sekedar menelpon.

Sempat merasa bingung tapi pada akhirnya saya percaya bahwa semua ini sudah ada yang mengatur dan pastinya merupakan hal yang terbaik menurut versi Allah Ajja wa Jalla yang disiapkan untuk saya dan saya harus menjalaninya dengan penuh syukur.

Sampai akhirnya tiba waktu bagi saya dan dia untuk mengambil keputusan dan sampai saat itu dia masih merasa belum mengenal saya dan hal itu sangat wajar karena jangankan bertemu, komunikasi lewat telepon saja jarang dan sms yang hanya sedikitpun isinya terlalu singkat untuk bisa membuat kita mengenali karakter masing-masing. Namun saya sendiri tidak mau menunda untuk mengambil keputusan karena besoknya merupakan hari penentuan dia mulai bekerja atau mengundurkan diri karena jika dia memilih untuk bekerja dulu, paling sebentar harus menunggu satu tahun untuk menikah dan saya waktu itu tidak mau menunggu selama itu.

Dengan pertimbangan itu saya pun memaksa keluarga besar untuk memberanikan diri mengantar saya menuju rumah dia dalam rangka melamar,  waktu itu mereka kaget semua walaupun yang mengenalkan memang ayah saya tapi dia sendiri tidak pernah terpikir kalau saya meminta proses secepat itu, bahkan beliau mengira saya hanya main-main, dan ibu saya pun tidak kalah kaget dalam waktu sebulan setengah sejak pertama kali bertemu sudah mau melamar beliau takut saya terlalu terburu-buru dan salah melangkah dan kaka beserta kaka ipar juga hampir senada, tapi tidak butuh waktu terlalu lama untuk meyakinkan mereka hanya butuh beberapa menit dan akhirnya kami bersama-sama mendatangi rumahnya.

Sampai di rumahnya tanpa banyak basa-basi Ayah saya langsung mengutarakan maksud kami, dan seperti yang sudah dibayangkan sebelumnya pihak perempuan pasti menanyakan perihal status pekerjaan dia jika lamaran itu diterima apakah boleh melanjutkan bekerja atau harus mengundurkan diri, walaupun pertanyaan itu sudah bisa ditebak tetap saja jawabannya masih membuat saya harus memutar otak jawaban terbaik apa yang harus dilontarkan.

Setelah berfikir beberapa saat akhirnya dengan berat hati namun penuh keyakinan saya mengatakan “Kalau dinda bersedia menerima saya kita segerakan untuk menikah dan kalau lebih memilih bekerja terlebih dahulu saya tidak akan melarang, tapi saya juga mempersilahkan sepenuhnya jika di tempat kerja kamu menemukan calon suami yang lebih baik dan saya pun tidak akan sengaja menunggu.” sempat terlihat kebingungan di wajahnya namun ternyata jawaban dia yang tidak saya duga bahwa dia menerima lamaran saya dan memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan yang baru saja akan dimasukinya.

Sayapun mengucap rasa syukur didalam hati dan tanggal pernikahanpun ditetapkan tidak lama setelah itu yaitu dua minggu yang lalu tepatnya tanggal 6 Mei 2012. setelah menetapkan tanggal pernikahan saya masih merasa santai-santai saja sampai ibu mengingatkan bahwa banyak yang harus dipersiapkan terutama masalah finansial dari situlah wajah saya berubah bingung lagi :D . Tapi niat sudah terlanjur diucapkan dan sayapun bertekad hanya ingin pernikahan yang sederhana yang penting rukun dan syarat sahnya dipenuhi dan beruntunglah ternyata keluarga pihak perempuan tidak ada masalah dengan hal itu.

Setelah menetapkan tanggal pernikahan sikap saya terhadapnya tidak berubah tetap dingin dan jaga jarak sedangkan dia berharap saya menunjukkan sikap bahwa saya benar2 mau menikahi dia, tapi saya tetap pada niat awal bahwa sebelum akad nikah kita tetaplah bukan siapa-siapa dan tentu saja hal ini membuat keluarganya khawatir tentang kesungguhan saya ingin menikahi dia dan ternyata hal itu juga dirasakan oleh keluarga saya, dan ayahpun tidak jarang meyakinkan saya untuk tidak memainkan perasaan wanita, karena sikap saya dianggap terlalu cuek.

Hari demi hari pun berlalu dan tanggal pernikahan semakin dekat, keraguanpun semakin meliputi perasaan dia dan keluarganya untung saja Ibunya terus meyakinkan dia untuk terus melanjutkan proses ini, dan dengan niat untuk menyayangi orang tua diapun terus berusaha menampilkan keyakinannya walaupun bisa terlihat dengan jelas keraguan di benaknya tiap kali saya berkunjung ke rumahnya. frekuensi kunjungan yang sangat jarang dan juga hanya beberapa menit (paling lama satu setengah jam) membuat dia merasa diabaikan, membuat dia merasa bahwa saya ingin menikahi dia hanya formalitas saja, dan setelah itu tidak ada cinta didalamnya, dan pernah juga dia menanyakan rasa cinta saya padanya yang saya jawab dengan tidak dan hal itu memperparah sakitnya perasaan dia.

Alih-alih memberikan ketenangan batin dan berusaha meyakinkan dia saya malah terus memberikan pernyataan yang terkesan menggurui dan bukan tanpa alasan, saya sengaja melakukan itu agar dia siap dengan kemungkinan terburuk yang akan dihadapi setelah pernikahan, karena tidak sedikit orang yang pacaran cukup lama dengan penuh rayuan manis tapi setelah menikah dan mengetahui realita sesungguhnya pernikahnpun diambang kehancuran. tapi saya melakukan hal itu tanpa berpikir bahwa ada kemungkinan dia mengundurkan diri dan membatalkan pernikahan.

Walhasil dia semakin merasa bahwa pernikahan ini merupakan beban yang harus dijalani, namun dia benar-benar pasrah dengan semua yang akan terjadi dan itulah yang membuat saya semakin yakin bahwa dialah yang terbaik bagi saya, dan baru 3 hari sebelum tanggal pernikahan, saya menyatakan bahwa saya mencintai dia, dan baru setelah akad nikahlah saya mencurahkan perhatian kepadanya dan baru saat itulah dia bisa tersenyum bahagia dan sampai sekarang setelah dua minggu berlalu senyum manisnya selalu merekah meneguhkan hati sebelum berangkat kerja dan menyambut hangat ketika pulang kerja, dan sayapun bersyukur pada Allah Subhanahu wata’ala yang telah menganugerahkan yang terbaik untuk saya dan berharap keluarga kami selalu dalam lindungan-Nya dan menautkan hati kami dengan kecintaan kepada-Nya. Amin

Tidak lupa saya mengucapkan rasa terimakasih pada Ayah dan Ibu mertua yang telah mengenalkan kami dan juga pada Ibu, Kakak dan Kakak Ipar yang selalu mendukung saya dan juga pada adik-adik dan semua pihak yang sudah bersedia membantu sehingga acara resepsinya berjalan dengan lancar dan juga semua tamu yang hadir dan semua yang telah mendoa’akan kebaikan bagi kami, Thanks All ^_^

 
Leave a comment

Posted by pada 23 Mei 2012 in My Diary

 

Hidup ini Singkat, Berbahagialah

Gambar

Dalam menjalani hidup seringkali kita menghadapi atau mendapatkan suatu hal yang membuat wajah kita berbinar bahagia namun tidak jarang juga kita mendapatkan sesuatu yang memaksa kita untuk menekuk wajah kita bahkan tidak sedikit yang bisa membuat kita meneteskan air mata.

Hal tersebut bukanlah suatu hal yang luar biasa karena pasti setiap orang pernah mengalaminya, akan tetapi saya yakin setiap orang pasti ingin untuk tetap selalu bahagia, pertanyaannya mungkinkah hal itu terjadi?

Jika persepsi bahagia menurut anda adalah mendapatkan semua yang kita inginkan, saya bisa memastikan tidak ada satu orangpun yang akan bisa merasa selalu bahagia. Lalu kenapa ada beberapa motivator yang selalu dengan mudahnya mengajak kita untuk selalu berfikir positif dan akhirnya meyakinkan kita bahwa dengan berfikir positif kita akan selalu merasa bahagia.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan cara pandang mereka, memang benar dengan selalu berfikir positif kita tidak akan merasa sedih ataupun kecewa, hanya saja untuk memiliki cara pandang yang positif itu bukan hal yang mudah untuk dilakukan setidaknya itu yang saya rasakan.

Namun sebagai orang yang ingin selalu bahagia, saya tidak berhenti disana saya mencoba mempelajari faktor-faktor pendukung apa yang membuat saya bahagia dan faktor- faktor apa yang membuat saya kecewa, walaupun saya yakin hal itu berbeda untuk setiap orang namun tidak ada salahnya saya mencoba membagi pengalaman saya disini siapa tahu ada yang dapat mengambil pelajaran darinya.

Untuk lebih mudah memahami apa yang akan saya bicarakan langsung saja saya ungkapkan berupa ilustrasi, misalkan ketika saya mendapatkan beberapa rupiah uang tidak selalu saya merasakan bahagia, ada tiga hal yang mungkin saya rasakan yaitu :

1. Bahagia/ Senang

2. Datar-datar saja

3. Sedih/ Kecewa

dengan kondisi itulah saya mulai memperhatikan kenapa satu kejadian bisa saya tanggapi berbeda-beda dan setelah itu akhirnya saya mendapat kesimpulan seperti ini :

1. Bahagia/Senang : saya merasa bahagia/ senang ketika mendapatkan uang hanya jika uang tersebut memang sesuatu yang tanpa terduga datang sehingga dengan mendapatkan uang tersebut saya bisa mendapatkan sesuatu yang lebih dari biasanya, bisa dikatakan saya menganggap uang itu sebagai hadiah (Gift) dimana kenyataan lebih baik dari harapan  .

2. Datar-datar saja : saya merasakan hal ini ketika mendapatkan uang yang memang sudah rutin saya dapatkan, saya merasa uang tersebut memang sudah seharusnya saya terima contohnya gaji bulanan yang biasa saya terima, dan karena rutinnya hal tersebut datang saya jadi lupa cara mensyukuri uang tersebut padahal diluar sana banyak orang yang tidak bisa mendapatkannya, bisa dikatakan saya menganggap uang tersebut sebagai sebuah hak (right) dan dalam hal ini kenyataan sama dengan harapan.

3. Sedih/ kecewa : saya merasakan hal ini ketika uang yang saya dapatkan tidak sesuai dengan yang saya harapkan ,contohnya saya berharap mendapatkan pembayaran piutang sebesar satu juta rupiah dari si A, tetapi pada kenyataanya saya hanya mendapatkan lima ratus ribu rupiah, dan pada hal ini harapan yang lebih besar dari kenyataan dan karena itulah saya merasa kecewa.

jika kita mengingat hukum fisika dimana gelap adalah kondisi tiada cahaya dan juga dingin adalah kondisi tiada kalor maka menurut saya sedih adalah kondisi tiada bahagia, sehingga kebahagiaan adalah selisih antara kenyataan dengan harapan dimana dinyatakan bahagia jika hasilnya lebih dari nol dan dinyatakan sedih jika selisih tersebut hasilnya kurang dari 0 ringkasnya bisa digambarkan sebagai berikut :

Kebahagiaan (H) = Kenyataan – Harapan

dengan catatan :

H > 0 : bahagia

H = 0 : nihil

H < 0 : sedih

jadi untuk mendapatkan kebahagiaan kita harus bisa memastikan bahwa kenyataan yang terjadi lebih baik dari harapan kita, masalahnya dalam hal ini kenyataan merupakan variabel yang tidak dapat kita tentukan, bisa jadi kita telah berusaha sebaik mungkin tapi hasilnya tetap saja Allah Subhanahu Wata’ala yang menentukan, lalu apa yang bisa kita lakukan untuk bisa selalu bahagia?

Setelah melihat pemaparan sebelumnya, sebagian besar dari anda akan memiliki kesimpulan bahwa untuk selalu merasakan bahagia satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah berhenti berharap, dan memang itulah yang mau saya ungkapkan tapi dengan catatan sebagai berikut :

1. Allah Subhanahu Wataa’la Maha Pengasih dan Maha Penyayang dan Dia akan selalu memberikan yang terbaik bagi kita sehingga jika kita menyampaikan harapan kita kepada-Nya dengan cara yang berdoa bisa jadi kenyataan yang kita dapatkan tidak sesuai dengan harapan kita, tapi diberikan yang lebih baik hanya saja keterbatasan pemikiran dan ruang waktu kita membuat kita tidak dapat menyadarinya.

2. Manusia adalah makhluk fana dan memiliki kepentingan dan pikiran yang berbeda-beda, jadi jika kita menaruh harapan kepada sesama manusia bisa jadi tidak akan kita dapatkan karena mereka memiliki kepentingan yang berbeda dengan kita ataupun kalaupun sama dia tidak memiliki cukup waktu untuk memenuhi harapan kita (meninggal duluan), dan kitapun tidak bisa memaksa mereka untuk memberikan apa yang kita harapkan karena seperti halnya kita mereka juga menginginkan hal yang lebih menguntungkan diri pribadi.

 

dari kedua hal tersebut saya menyimpulkan jika ingin selalu bahagia, kita bukannya harus berhenti berharap melainkan kita harus meluruskan harapan kita hanya kepada Yang Maha Kuasa dan Maha Kekal yaitu Allah Subhanahu Wataa’la dan juga belajar untuk menyadari bahwa apa yang terjadi saat ini adalah sepotong puzzle yang harus dijalani untuk mendapatkan hal yang lebih baik di kemudian hari.

 
Leave a comment

Posted by pada 26 April 2012 in My Diary

 

Kesempatan

Konsekuensi dari sikap yang kita ambil memang tidak selalu manis, tapi bersyukurlah karena tidak semua orang punya ksempatan memilih

 
Leave a comment

Posted by pada 18 Juli 2011 in My Diary

 

Kisah Cinta Baut dan Mur

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Robb kami, tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka dipeliharalah kami dari siksa neraka.”

(QS.3:190-191)

Begitu banyak mahluk yang Allah subhanahu wata’ala ciptakan, diantaranya ada yang sangat jelas manfaatnya buat kita dan ada juga yang perlu pemikiran yang mendalam untuk mengetahui apa maksud dari penciptaan tersebut, hanya yang pasti dari semua yang Allah ciptakan itu tidak ada yang sia-sia “……Ya Robb kami, tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka dipeliharalah kami dari siksa neraka.”

Salah satu yang banyak manfaatnya adalah besi, hampir seluruh perangkat yang kita gunakan mengandung besi. Zat yang dalam tabel periodik mempunyai simbol Fe dan nomor atom 26 ini mempunyai banyak sekali kegunaan bahkan darah kita pun mengandung zat ini. Tapi kegunaan besi pada umumnya sudah diketahui banyak orang oleh karena itu saya akan mengambil hikmah dari besi dengan sudut pandang yang lain yang akan dikisahkan dalam cerita berikut, silahkan menyimak :

Alkisah pada suatu  hari Bautista (Baut ) bertemu dengan Murti (Mur) disebuah taman kota yang cantik, pada pandangan pertama mereka sudah saling memiliki ketertarikan masing-masing, Baut begitu tertarik dengan kecantikan Mur yang menurut dia waktu itu tiada duanya disisi lain Mur juga melihat Baut begitu gagah dan mempesona tapi karena baru bertemu merekapun hanya tersipu malu dan memalingkan muka tapi tanpa kesepakatan lisan seolah otomatis mereka langsung duduk di bangku yang sama,namun bangku berukuran panjang hanya 2 meter itu belum bisa mencairkan suasana hati mereka yang kaku sehingga walaupun tidak ada orang lain lagi mereka duduk berseberangan, Baut di ujung kiri dan Mur di ujung sebelah kanan.

Beberapa menit berlalu seakan-akan sudah berjam-jam dan Baut pun mulai ga tahan dengan kebekuan ini dan akhirnya memberanikan diri memulai pembicaraan .ternyata Baut sangat menikmati sekali berbincang-bincang dengan Mur seakan-akan mereka sudah kenal bertahun-tahun dan mereka pun tidak menyadari kalau mereka belum saling kenal.

Matahari mulai merendah dan jam ditangan Mur sudah menunjukkan pukul 5 sore dan mau ga mau mereka harus menyudahi perbincangan mereka, ketika Mur hendak pergi barulah Baut sadar kalau mereka belum kenalan dan tanpa pikir panjang Baut langsung menanyakan nama dan nomer telepon Mur, Mur pun dengan senang hati memberikan nomer handphone nya dengan harapan bisa sering berbincang-bincang dengan Baut.

Hari demi hari terus berlalu dan tidak ada seharipun yang dilewatkan Baut untuk menelpon atau SMS ke Mur walaupun hanya sekedar menanyakan kabar. semakin lama mereka merasakan kecocokan satu sama lain semakin besar, Baut merasa Mur-lah pasangan yang diharapkan, Mur sendiri merasa tidak ada laki-laki lain yang lebih baik dari Baut dan sudah sangat berharap Baut segera menyatakan cintanya dan lebih baik lagi segera meminangnya.

Setelah beberapa bulan dari sejak pertama kali mereka berkenalan , Baut pun mulai merasa harus memantapkan hati dia pun bertanya kepada orang tuanya tentang pilihannya yaitu Mur, pada awalnya orang tua Baut tidak setuju dengan pilihannya tersebut karena menurut mereka Mur orangnya terlalu mudah bergaul dan mereka pikir Baut nantinya akan sering merasa cemburu dan dikhianati  tapi dengan pertimbangan kebahagiaan Baut nantinya merekapun akhirnya menyetujuinya.

Setelah mendapatkan persetujuan dari orangtuanya Baut pun memberanikan diri dan langsung meminang Mur yang juga sudah sangat menunggu-nunggu. Singkat cerita sampailah mereka pada jenjang pernikahan haru campur bahagia dirasakan oleh Mur, bahagia karena akan menjalin kebersamaan dengan orang yang dicintai tapi disisi lain juga sedih karena ga lama lagi akan meninggalkan orang tua yang ga kalah dia cintai juga.

Waktu pernikahan Mur dan Baut sangat berbahagia sekali, ketakutan berpisah dengan orang tua yang dirasakan Mur kalah oleh kebahagiaan dari banyaknya ucapan selamat dari kerabat dan teman mereka berdua yang datang , dua hari sejak menikah mereka masih sangat bahagia namun dihari ketiga mulailah timbul beberapa masalah kecil, Baut merasa Mur tidak seperti yang dia bayangkan kebiasaan2 kecil Mur ada beberapa yang mengganggunya tidak terkecuali Mur juga merasakan hal yang sama, tapi mereka masih menahan diri, mereka ingat waktu sebelum menikah orang tua mereka pernah menasihati tentang itu, bahwa sebagai besi yang bersifat korosif, Baut dan Mur tidak dapat menahan kodrat akan datangnya karat diharapkan atau tidak karat itu akan datang dan merusak masing-masing dan untuk itu mereka harus saling menjaga.

Baut dan Mur pun sepakat untuk saling melindungi setiap ada cobaan datang baik itu air yang membasahi ataupun kerasnya kandungan udara, Baut dengan sigap membersihkan Mur dan melindungi Mur sehingga terbebas dari resiko berkarat dan begitu juga Mur dengan telaten selalu melayani Baut dan menghindarkannya dari resiko berkarat, 2 tahun pun mereka dapat lewati dengan tetap saling mencintai dan saat-saat yang dinantipun tiba yaitu kehamilan Mur, dan berita ini semakin mempererat jalinan kasih mereka.

Setelah kelahiran anak mereka mulai timbul masalah baru lagi Baut merasa Mur kurang bisa mengurus anak sementara Mur sendiri berharap sepulang kerja Baut dapat menggantikan dia yang lelah mengurus anak seharian, tapi Baut yang juga kelelahan karena tekanan pekerjaan malah datang dengan muka lesu dan tidak mau diganggu dengan urusan anak yang sudah dia anggap sepenuhnya urusan Mur.

Semakin hari Mur semakin merasa tertekan dan semakin kecewa terhadap Baut, dan disela masa2 suntuknya itu Mur mengisi waktunya dengan aktifitas jejaring sosial Facebook, di FB itulah dia ketemu dengan teman sekolahnya dulu, karena merasa dekat Mur ga canggung untuk membicarakan masalah keluarganya pada temannya itu dan gayungpun bersambut ternyata temannya itu memiliki masalah yang sama dan akhirnya mereka semakin dekat.

Hari-hari Mur tidak suram lagi karena dia sudah mendapatkan tempat untuk berbagi beban yang dia rasa tidak bisa dibagi dengan suaminya, kecocokan dengan temannya di FB membuat dia lupa kalau dulu pertama kali bertemu dengan Baut dia merasakan hal yang sama bahkan jauh lebih besar. membuat dia lupa kalau dulu sosok Bautlah yang selalu ada dipikirannya. Sampai pada suatu hari Mur pun memberanikan diri meminta bercerai kepada Baut yang dia rasa sudah cocok lagi, yang dia rasakan Baut sudah berkarat terlalu banyak dan Mur tidak sanggup lagi membersihkan karat-karat itu, Mur lupa kalau dia sudah sama-sama berkarat.

Ikatan suci pernikahan dan anak mereka membuat proses ini semakin sulit belum lagi seperti yang kita tahu Baut dan Mur yang disatukan jika sudah berkarat akan sulit untuk dilepaskan dan kalau dipaksakan masing-masing pasti akan mendapatkan luka yang sama. Tetapi Mur sudah jemu dengan semua ini dan sudah tidak tahan ingin menjalin kisah dengan temannya tadi dan diapun tetap memaksa untuk berpisah. Baut walaupun dengan berat hati mengingat anak mereka dan apa yang mereka telah lalui bersama akhirnya setuju untuk melepas Mur dengan harapan suatu hari Mur akan sadar dengan kesalahannya dan kembali padanya.

Setelah berpisah dengan Baut, Mur pun dengan bahagia menjalin kasih dengan temannya, namun ternyata sudah kodrat sebuah hubungan selalu ada badai yang menerpa, dan kali ini ternyata jauh lebih besar dari yang dirasakan sewaktu dengan Baut , hanya sebentar sekali Mur merasakan kebahagiaan masih segar diingatan Mur walaupun Baut sering cuek dan tidak mengabulkan permintaannya tapi Baut tidak pernah sedikitpun menamparnya dan puncak kemarahan Baut hanya sampai membentak, sedangkan pasangannya sekarang sepertinya hanya menganggap Mur pelampiasan sesaat, caci maki bahkan tamparan sering Mur rasakan dan Mur pun menyadari kesalahannya.

sedih,kecewa sekaligus malu dirasakan oleh Mur dan diapun merasa harus kembali dan meminta maaf pada Baut, dengan harapan Baut masih mau menerimanya kembali namun apadaya nasi sudah menjadi bubur, Baut pun bukan tipe orang yang meratapi diri dan hanyut pada kesepian, sekarang Baut sudah beristri lagi dan Mur pun harus menelan pil pahit ini sendirian.

Sahabat, cerita diatas mungkin hanya roman picisan belaka, tapi memang begitulah sebuah hubungan seperti Mur dan Baut yang awalnya pas seiring berjalannya waktu lama-lama akan berkarat juga, barangsiapa yang sabar dengan karat yang mengganggu itu maka beruntunglah dia karena tanpa disadari karat itulah yang semakin memperkuat ikatan mereka, kalo ga percaya silahkan coba membuka baut yang sudah berkarat pasti lebih susah daripada yang masih baru. namun merugilah yang tidak sabar dengan karat itu karena jika dipaksakan untuk lepas tidak ada lagi baik Mur ataupun Baut lain yang bisa pas karena masing masing sudah memiliki karat yang bentuknya tidak beraturan, ada juga yang hanya sekedar bisa masuk tapi ga ada kekuatan pengikatnya sehingga mudah lepas, jadi bagi yang sudah berkarat bersabarlah dengan pasangan masing-masing :D .

 
Leave a comment

Posted by pada 6 Juli 2011 in Kisah

 

Munafik itu APA SIH?

Sesungguhnya segala puji dan syukur hanya untuk Allah. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, dan memohon ampun kepada-Nya. Kami juga berlindung kepada-Nya dari keburukan jiwa-jiwa kami dan dari kejelekan amal-amal perbuatan kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada seorang pun yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan oleh-Nya maka tidak ada seorang pun yang dapat memberikan petunjuk kepadanya. Kami bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah selain Allah, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Kami juga bersaksi bahwa Muhammad bin ‘Abdillah adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad, keluargnya, para sahabatnya, dan orang-orang yang senantiasa berusaha mengikutinya hingga Hari Kiamat kelak.

Tulisan ini terinspirasi dari dialog dengan beberapa orang yang dengan mudahnya mengatakan “ah jangan munafik loe” dan juga kalimat “ gue sih ga munafik” atau juga kalimat “ jangan munafik deh,..” dan biasanya disandingkan dengan perbuatan maksiat yang menurut orang itu lebih baik untuk blak-blakan daripada menutup-nutupinya dan jadi orang yang sok baik.

Untuk mengerti apa itu munafik kita bisa perhatikan beberapa hal berikut :

  • Hadis riwayat Abdullah bin Amru ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. pernah bersabda: Ada empat sifat yang bila dimiliki maka pemiliknya adalah munafik murni. Dan barang siapa yang memiliki salah satu di antara empat tersebut, itu berarti ia telah menyimpan satu tabiat munafik sampai ia tinggalkan. Apabila berbicara ia berbohong, apabila bersepakat ia berkhianat, apabila berjanji ia mengingkari dan apabila bertikai ia berbuat curang. (Shahih Muslim No.88)
  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Ada tiga tanda orang munafik; apabila berbicara ia berbohong, apabila berjanji ia mengingkari dan apabila dipercaya ia berkhianat.
    (Shahih Muslim No.89)
  • Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.:
    Bahwa beberapa orang munafik pada masa Rasulullah saw. selalu tidak ikut serta bila Nabi saw. pergi berperang. Mereka bergembira-ria dengan ketidakikutsertaan mereka bersama Rasulullah saw. Lalu apabila Nabi saw. telah kembali, mereka mengemukakan alasan kepada beliau sambil bersumpah dan berharap mendapatkan pujian dengan apa yang tidak mereka perbuat. Maka turunlah ayat: Janganlah sekali-kali kamu menyangka, bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan, janganlah kamu menyangka mereka akan terlepas dari siksa. (Shahih Muslim No.4981)
  • Yang paling aku takutkan bagi umatku adalah orang munafik yang pandai bersilat lidah. (HR. Abu Ya’la)
  • Yang paling aku takuti atas kamu sesudah aku tiada ialah orang munafik yang pandai bersilat lidah. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)
  • dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan: “Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)”. Mereka berkata: “Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu”. Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran daripada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.Q.S Ali- Imran :167
  • dan janganlah kamu menjadi sebagai orang-orang (munafik) yang berkata: “Kami mendengarkan, padahal mereka tidak mendengarkan.

Kalau boleh menarik kesimpulan dari beberapa poin diatas, menurut saya ciri orang munafik dengan bahasa kita sekarang adalah :

  1. Pendusta
  2. Pengkhianat
  3. Culas (hanya mengambil sesuatu yang menguntungkan dirinya secara langsung)
  4. Orang yang suka ingkar janji

Dari sedikit ulasan diatas kita bisa tahu kejujuran memang bukan ciri orang munafik, oleh karena itu kita harus menjadi orang jujur yang merupakan karakter orang mukmin, tetapi bukanlah hal yang benar kita mengungkapkan aib kita pada orang lain seperti yang dikatakan dalam hadist berikut :

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Semua umatku akan ditutupi segala kesalahannya kecuali orang-orang yang berbuat maksiat dengan terang-terangan. Masuk dalam kategori berbuat maksiat terang-terangan adalah bila seorang berbuat dosa di malam hari kemudian Allah telah menutupi dosanya, lalu dia berkata (kepada temannya): Hai Fulan! Tadi malam aku telah berbuat ini dan itu. Allah telah menutupi dosanya ketika di malam hari sehingga ia bermalam dalam keadaan ditutupi dosanya, kemudian di pagi hari ia sendiri menyingkap tirai penutup Allah dari dirinya. (Shahih Muslim No.5306)

Menutupi kesalahan kita bukanlah agar kita tetap terlihat baik di mata orang lain, tetapi untuk mencegah agar aib yang kita lakukan tidak diikuti oleh orang lain yang akhirnya dianggap hal yang biasa dan pada ujungnya menimbulkan kemaksiatan massal.  Sebagai ilustrasi di sebuah kantor pada awalnya orang- orang malu untuk menerima uang sogokan dan kalaupun menerima mereka melakukannya secara sembunyi-sembunyi dengan begini tiap orang seakan-akan saling menjaga, ketika seseorang mau menerima sogokan secara otomatis akan lebih memilih menolak sogokan itu jika ada temannya yang kebetulan mengetahui. Akan tetapi jika satu orang saja berani melakukan secara terang-terangan dengan alasan dia ga mau jadi orang munafik yang pura-pura menolak padahal sebenarnya menerima kawan-kawan yang lain pun akan berpikir ga usah takut dan malu lagi toh yang lain juga sama-sama menerima akhirnya lambat laun tindakan itu akan dilakukan terang-terangan dan orang yang tidak terbiasa menerimapun bisa jadi terpaksa menerima karena sudah menjadi system terstruktur.

Begitu juga dengan perjinahan, ketika beberapa orang berani mengatakan kekhilafannya yang tidak bisa menahan diri ketika bersama pasangannya dengan alasan yang sama “ gue sih ga munafik emang gue pengen, normal kan? ” maka lambat laun perbuatan itu akan menjadi sesuatu hal yang wajar yang pada akibatnya seperti terlihat sekarang remaja-remaja bahkan orang dewasapun berani mempertontonkan kemesraan dimana saja dan kapan saja.padahal Rasulullah SAW berkata sebagai berikut :

Bagaimana kamu apabila dilanda lima perkara? Kalau aku (Rasulullah Saw), aku berlindung kepada Allah agar tidak menimpa kamu atau kamu mengalaminya. (1) Jika perbuatan mesum dalam suatu kaum sudah dilakukan terang-terangan maka akan timbul wabah dan penyakit-penyakit yang belum pernah menimpa orang-orang terdahulu. (2) Jika suatu kaum menolak mengeluarkan zakat maka Allah akan menghentikan turunnya hujan. Kalau bukan karena binatang-binatang ternak tentu hujan tidak akan diturunkan sama sekali. (3) Jika suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan maka Allah akan menimpakan paceklik beberapa waktu, kesulitan pangan dan kezaliman penguasa. (4) Jika penguasa-penguasa mereka melaksanakan hukum yang bukan dari Allah maka Allah akan menguasakan musuh-musuh mereka untuk memerintah dan merampas harta kekayaan mereka. (5) Jika mereka menyia-nyiakan Kitabullah dan sunah Nabi maka Allah menjadikan permusuhan di antara mereka. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Naudzubillah tsumma naudzubillah, belum lagi sekarang fenomena kaum pecinta sesama jenis yang sudah mulai merebak di masyarakat dan mereka berani menampilkan status mereka, lagi-lagi alasan mereka sama “ gue ga munafik ya, emang gue suka mau diapain lagi”  dan diawali dengan satu-dua orang yang tampil di media dengan menampilkan status dan gaya mereka maka menjamurlah mereka bahkan ada beberapa yang berani membuat kelompok sendiri dan mempertontonkan betapa hebatnya hubungan yang mereka jalani padahal sangatlah jelas adzab Allah terhadap perbuatan mereka seperti dalam Q.S An-Naml berikut :

Dan (ingatlah kisah) Lut, ketika dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah itu sedang kamu melihat (nya)?”

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ

54

Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu (mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu)”.

أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ

55

Maka tidak lain jawaban kaumnya melainkan mengatakan: “Usirlah Lut beserta keluarganya dari negerimu; karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (mendakwakan dirinya) bersih”.

فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوا آلَ لُوطٍ مِنْ قَرْيَتِكُمْ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ

56

Maka Kami selamatkan dia beserta keluarganya, kecuali istrinya. Kami telah menakdirkan dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).

فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلا امْرَأَتَهُ قَدَّرْنَاهَا مِنَ الْغَابِرِينَ

57

Dan Kami turunkan hujan atas mereka (hujan batu), maka amat buruklah hujan yang ditimpakan atas orang-orang yang diberi peringatan itu.

 

Dan juga beberapa hadist berikut :

Ada empat kelompok orang yang pada pagi dan petang hari dimurkai Allah. Para sahabat lalu bertanya, “Siapakah mereka itu, ya Rasulullah?” Beliau lalu menjawab, “Laki-laki yang menyerupai perempuan, perempuan yang menyerupai laki-laki, orang yang menyetubuhi hewan, dan orang-orang yang homoseks. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)

Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melaknat laki-laki yang bertingkah laku wanita dan wanita yang bertingkah laku laki-laki. Beliau bersabda: “Usirlah mereka dari rumahmu.” Riwayat Bukhari.

 

Apa yang saya bahas ini bukan berarti kita boleh melakukan kemaksiatan asal diakukan secara sembunyi-sembunyi, melainkan mengingatkan kita semua terutama saya pribadi bahwa memang wajar sebagai manusia melakukan kemaksiatan karena kita memang tempatnya salah dan lupa, kalau dalam keadaan sadar akan akibat yang ditanggung saya yakin tidak ada yang mau melakukan kemaksiatan, namun ketika khilap melakukan kemaksiatan maka lebih baik cukup bagi kita menyadarinya, berusaha memperbaikinya dan yang paling penting tidak henti-hentinya meminta ampunan kepada Allah dan menutupi setiap kemaksiatan dengan kebaikan dan semoga kita termasuk orang-orang yang diampuni Allah. Amin

 

 
Leave a comment

Posted by pada 2 Juli 2011 in My Diary

 

Ini Ceritaku apa Ceritamu….???

waktu itu tahun 2004 aku lulus SMA dan aku bercita-cita sekali ingin melanjutkan kuliah mengikuti jejak langkah presiden ke-3 kita pa Habibi yaitu di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule walaupun buat nyebut namanya aja aku masih kesusahan, aku pengen sekali bisa masuk ke Teknik Fisika institut tersebut.

Setelah baca-baca petunjuk kuliah di jerman, ada catatan waktu keberangkatan siap-siap bawa Indomie  jaga-jaga untuk menyesuaikan diri di sana, dan untuk bekal yang ini ane udah siap banget stok dirumah biasanya ada satu dus jaga-jaga kalo malem suka laper, sayangnya ongkos yang dikasih 150.000 dalam rupiah bukannya dalam euro jadinya ane membatalkan rencana keberangkatan ke Jerman dan bertahan dengan pilihan lokal dan terjangkau yaitu Teknik Fisika ITB, eh ternyata pas daftar ulang ( kalo daftar SPMB nya udah dikolektif pihak sekolah jauh2 hari ) harus tes buta warna, waktu itu sih PD aja walaupun sering salah nyebut nama warna perasaan masih bisa menikmati indahnya pemandangan ciptaan Tuhan, selesai tes waktu itu juga langsung dikasih tahu hasilnya dan ternyata hasilnya “buta warna” dan ketika itu perasaanku remuk redam seakan-akan ditimpa batu besar yang ga bisa lagi buatku untuk bangkit, sedih putus asa dan bertanya-tanya dalam hati koq bisa, emang buta warna itu apa dan apa salahku koq bisa buta warna???

Kaget, kecewa dan putus asa bercampuraduk tapi perasaan itu ga lebih dari satu menit dan akupun dengan berbesar hati mengalihkan pilihan ke Matematika Unpad yang ga perlu pake test buta warna. Minggu depannya aku diajak 2 orang temen sekolahku nganterin mereka daftar STAN, dan akupun bersedia tapi aku sendiri males daftar ke sekolah ini, bahkan dulu waktu ada kaka alumni yang masuk STAN dan ngejelasin tentang STAN, aku yang ga pernah keluar kelas di jam pelajaran malah mempelopori temen2 buat keluar kelas , aku sendiri heran koq dulu bisa benci banget ama yang namanya STAN ini.

setelah nganterin temen2 daftar ke BDK yang ada di Cimahi akupun mikir, kenapa ga iseng aja ya aku daftar toh kalo lulus juga entar bisa ga diambil lagian pilihan yang SPMB juga bukan cita-citaku jadi kalau lulus dua-duanya tinggal milih deh mau kuliah di tempat yang mana. setelah beberapa hari berlalu akhirnya diputuskanlah untuk mencoba daftar ke STAN dengan pilihan utama D1, soalnya pikirku kalo memang ikatan dinas kalo ngambil D3 rugi, ntar ikatan dinasnya kelamaan ga bisa deh kuliah ditempat lain. dan waktu itu uang pendaftarannya 100.000 rupiah. Selesai daftar aku merasa laper banget, tapi uang saku yang 150ribu tadi setelah dikurangi uang pendaftaran dan ongkos sisanya tinggal sedikit dan akupun memutuskan untuk beli Indomie rebus pake telur yang murah meriah :D .

Waktu itu masih kepikiran kalo ikatan dinas pasti banyak permainan didalamnya dan aku yang cuma bayar seratus ribu pastinya ga lulus, tapi tak disangka setelah melihat pengumuman namaku juga dua orang temanku yang daftar ternyata lulus bahkan satu kelas barulah aku sadar ternyata negara kita Indonesia ini tak seburuk yang kita kira, dan dikarenakan rayuan 2 orang temenku dan juga ortu temenku itulah akhirnya aku memutuskan lebih memilih STAN daripada UNPAD yang ternyata lulus juga.

Menjalani kuliah di STAN ternyata enak juga, ya gratis, dikasih buku, dikasih uang saku sudah lulus dikerjain pula (maksudnya dikasih kerjaan :D ) dan yang terpenting ternyata yang bukan koruptor juga masih banyak , (tadinya berpikir kalo orang Depkeu koruptor semua ,hehehe) dan akhirnya sayapun lupa niatan keluar dari sini setelah masa ikatan dinas habis, ini ceritaku apa ceritamu ..?

 
2 Comments

Posted by pada 27 Juni 2011 in My Diary

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 724 pengikut lainnya.