RSS

Arsip Kategori: Puisi

mimpi

bulir – bulir cinta mulai meretas mengisi kalbu

menghampiri lembaran jiwa yang sepi

menuntaskan kepenatan dalam angan

berbunyi lirih dalam hening,

haruskah penantian ini ku akhiri

mengubur impian yang sangat panjang

menerima kenyataan yang juga menyenangkan

tapi kenapa hati ini masih ragu

entah waktu yang belum tepat

atau hati ini yang masih tertutup rapat

 
Leave a comment

Posted by pada 24 Juli 2010 in Puisi

 

Cinta lagi

Ya Allah

jikalau aku mencintai seseorang

ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir

sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir

Ya Allah

Ketika aku merindukan seseorang

rindukanlah aku pada yang rindu akan cinta sejati-Mu

agar semakin besar kerinduanku terhadap-Mu

Ya Allah

Jika aku hendak mencintai seseorang,

temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu

agar bertambah kuat cintaku pada-Mu

ya Allah

ketika aku jatuh cinta,

jagalah cinta itu agar tidak melebihi cintaku kepada-Mu

ya Allah,

jika aku harus berucap pada seseorang

“aku cinta padamu”

biarlah agar kukatakan kepada yang hatinya tertaut pada-Mu

agar aku tidak jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu

 
Leave a comment

Posted by pada 17 Agustus 2009 in Puisi

 

Tentang sebuah JaRUm

Jarum itu terus berputar

dengan arah yang sama dan alur yang sama pula

terus berputar , tanpa ada yang dapat menghentikannya

seaakan ingin mengatakan bahwa dialah satu2nya yang pasti dalam hidup ini

yang paling tegas

yang paling kejam dan

yang paling tidak punya rasa belas kasihan,

engkau baik padanya

maka ia pun menunjukkan manfaatnya

namun jika engkau tak mempedulikannya

mengacuhkannya dan menganggapnya tak ada

maka ia tak segan2 menunjukkan kemarahannya

kemarahan yang tak dapat dibendung dan dicegah siapapun

jika engkau kira bisa membeli apapun dengan uang

maka engkau salah,

karena sebanyak apapun yang engkau beri

dia takkan pernah mau menurutimu

jika engkau kira tangisanmu dapat meluluhkan apapun,

maka engkau salah,

karena sekeras apapun tangisanmu

dia takkan pernah kasihan padamu

jika engkau kira kekuatan dan kekuasaan mu dapat menundukkan apapun

maka engkau salah,

karena dia satu-satunya mahluk tuhan yang tak mengenal rasa takut

yang tak punya kelemahan

maka janganlah lagi kau tak acuhkan dia

maka jangan lagi kau menyia-nyiakan dia

karena dia takkan pernah mau memutar kembali jarumnya,

karena dia tidak mengenal bagaimana harus mundur

dan dia akan tetap begitu,

terus melaju, walaupun ada tangis didalamnya

walaupun ada kesal didalamnya dan

walaupun banyak penyesalan yang mengikutinya,

karena dialah sang waktu.

 
Leave a comment

Posted by pada 5 Juli 2009 in Puisi

 

Waktu

Sunyi,,,,sepi

dalam riuh ku coba tuk sendiri

sendiri mencari sebuah arti

arti tentang hidup

hidup yang telah 20 tahun lebih aku jalani

adakah semuanya berarti???

tahun,jam,menit dan detik yang aku lewati

adakah nanti mereka akan berterima kasih padaku

akankah mereka bilang “terima kasih kawan”

terima kasih telah memanfaatkanku

telah mengisiku dengan hal yang berarti

ataukah mereka akan meneriaki aku

akan menghina dan menghardikku

sambil mengumpat

dasar tak tahu malu

dasar kamu orang yang bodoh

bahkan orang yang paling bodoh

kau sia-siakan aku

kau melewatkanku begitu saja

tanpa kau memanfaatkanku sebaik-baiknya

sekarang tunggu saja disaat kau akan menangis

menagis dan sambil bersujud memintaku tuk kembali

tapi aku takkan pernah kembali padamu

aku takkan pernah memaafkanmu

sekeras apapun kau menangis dan meminta

aku takkan pernah sedikitpun berbalik padamu

karena aku adalah sang waktu.

 
Leave a comment

Posted by pada 20 April 2009 in Puisi

 

UnTuK kaMI

Langit yang luas biru membentang
Gunung-gunung yang Engkau tinggikan
Bumi yang Engkau hamparkan
Dan bintang yang Engkau taburkan
Begitu indah,dan semuanya untuk kami

Pohon-pohon cantik memanjakan pandangan
Ada yang indah namun berduri
Adapula yang tdk indah namun penuh arti
Ada yang tak bisa dmakan
Namun tak sedikt pula yg jadi obat-obatan
Dan semuanya untuk kami

Hewan-hewan kokoh penjaga hutan
Hewan-hewan jinak untuk piaraan
Atau juga sekedar penghilang rasa lapar
Dan semuanya untuk kami

Semuanya untuk kami
Kami yang selalu berma’siat padaMu
Kami yang jarang mengingatMu
Kami yang lupa bersyukur padaMu
Kami yang suka lalai dalam beribadah kepadaMu

Namun kasihMu tak kunjung sirna
Namun sayangMu tak pernah berkurang
Selalu dan selalu untuk kami

 
Leave a comment

Posted by pada 20 April 2009 in Puisi

 

CIta-CiTa

Dulu engkau begitu tinggi
Menjulang bagai tak kan pernah tergapai
Memenuhi dunia pikiran
Bagai sihir yang tak kunjung sirna
Menjadi api yang selau membara
Menjadi penghibur disaat letih
Menjadi penyemangat di saat lena

Kugantungkan dirimu di hadapanku
Tidak terlalu dekat,manun tidak juga jauh
Dengan harapan aku tetap melihatmu
Dengan harapan kau tetap menjadi penyemangat hidupku
Namun,
Namun kini engkau telah hilang
Aku tak dapat lagi melihatmu
Aku tak dapat lagi memikirkanmu
Engkau tak lagi bisa jadi penyemangatku
Jadi api yang membakar jiwaku
Jadi obat dalam letihku,
Bahkan aku lupa bagaimana wujudmu
Tanpamu aku sekarang manusia biasa
Manusia Tanpa ide,tanpa kreatifitas
Hanya menjalani hari tanpa arti
Menyelami rutinitas yang statis

Sesungguhnya aku rindu padamu
Aku rindu bermimpi bersamamu
Aku ingin kembali melihatmu
Menggantung di hadapanku
Wahai cita-cita ku

 
1 Comment

Posted by pada 16 April 2009 in Puisi

 

EnTah………….

di tengah gelapnya malam
Desir angin halus menyempurnakan keheningan
Udara yang dingin menusuk kalbu
Aku sendiri
Hanya sendiri menatap bulan yang tak lagi utuh
Berselimutkan awan seakan ikut merasa dingin yang kurasakan
Sinarnya redup seredup mataku yang mulai diserang ngantuk
Entah apa yang sebenarnya sedang aku rasakan
Entah apa yang sedang aku pikirkan
Entah apa yang sedang aku tunggu dan aku harapkan

Besar anganku kau menatap langit yang sama
Dan bertanya2 pd diri sendiri tentang hal yang sama pula
Namun aku sadar itu hanyalah angan

Cantik wajahmu seakan tak pantas untukku
Halus tutur katamu membuatq segan mendekatimu
Merdu suaramu selalu mengguncang hatiq
Santun prilakumu membuatqu merasa semakin tak layak untukmu

Entah sudah berapa ribu kata yang sirna
Entah sudah berapa puisi yang menyembunyikan diri
Entah berapa kali tubuh ini kaku
Ketika aku berhadapan denganmu

Wahai pujaan hatiku aq memang tak pantas untukmu
Aq memang tak berhak bersanding denganmu
Namun satu pintaku padamu
ijinkanlah hati ini untuk tetap mencintaimu

 
Leave a comment

Posted by pada 16 April 2009 in Puisi

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 724 pengikut lainnya.