Untuk sahabat2 terbaikku, di setiap kesempatan kita seringkali saling bertukar saran ataupun nasehat, aku kepada kalian ataupun kalian kepadaku, dan pada saat ini aku hanya ingin menuliskan sedikit apa yang pernah kukatakan pada kalian ataupun yang pernah kalian katakan kepadaku.
Seringkali kita saling curhat dan saling minta pendapat satu sama lain, meminta saran untuk mendapatkan jalan terbaik untuk menghadapi suatu masalah, ataupun ketika membutuhkan cermin diri sendiri yang kadang untuk melihatnya tidak cukup hanya sebuah kaca datar yang memantulkan diri, karena ada sisi lain yang hanya dapat dilihat dengan jelas oleh orang lain.
Ketika ada beberapa teman yang meminta saran kadang ditanggapi dengan serius, kadang juga dijawab dengan senyum bahkan gelak tawa, yang kadang menyakitkan penanya tapi kadang juga memang itulah jawaban dari permasalahan itu. Teringat pada suatu hari ada beberapa teman yang meminta saran agar dia bisa memperbaiki diri dan bisa lebih diterima orang lain, sempat terpikir olehku tolol sekali orang ini bertanya kepadaku yang memang lebih suka menyendiri dan hidup hanya sesuai dengan apa yang kusukai, tak pernah sedikitpun bagiku memikirkan bagaimana caranya agar orang2 menyukaiku ataupun mungkin segan dan meghormatiku, aku hanya ingin bahagia dengan caraku sendiri.
Tapi pikiran itu segera kutepis dan akupun menjawabnya dengan ringan “ ngga ah, paling dikasih tahu juga g bakalan kamu terima =P “ satu kalimat sederhana,namun menurutku akan menimbulkan jawaban yang berbeda-beda, ternyata memang tanggapan mereka berbeda beda, ada yang langsung menjawab “ ah kamu pelit, diminta nasehat aja ga ngasih gimana kalo dimintain duit” dan akupun membalasnya dengan senyuman; adajuga yang mengerti bahwa maksudku adalah dia terlalu keras kepala dan sering ga menerima pendapat orang lain, tapi dia mengerti hanya sampai itu saja tidak ada gelagat sedikitpun dia mau berubah; dan ada juga sahabat yang sangat mengerti dengan kata2 itu bahkan berterimakasih banyak,karena merasa menemukan apa yang harus diperbaiki olehnya.
Namun ternyata masih terdapat masalah yaitu ketika dia mencoba untuk tidak keras kepala dan mengikuti pendapat orang lain dia merasakan kecewa yang sangat besar, dia sangat kecewa karena orang2 yang telah dia coba untuk mengerti, yang telah dia bantu dan yang telah dia terima saran2nya ternyata jangankan membalas berbuat baik padanya bahkan berterimakasihpun tidak, dia tidak mendapatkan bahagia yang dia harapkan dari perubahannya itu, dia ingin teman2nya mengerti dia,mengerti kelelahan hati dan raganya.
Dia berpikir kalo teman2nya malah jadi lebih sering mengganggu hidupnya, jadi banyak mengintervensi urusannya, banyak menggosipkan hal jelek tentangnya, sering mencari-cari kesalahannya, ga mau membantu apa yang sebenarnya sangat dia butuhkan,hal negative tentang teman2nya pun bermunculan dan kekecewaanya pun semakin menjadi.
Tapi apakah kawan semua setuju dengan perasaan dia?padahal jika kita mau berpikir positif mari kita sedikit bermain kata2 sebagai berikut :
a. teman2nya jadi lebih sering mengganggu kehidupannya, kita persepsikan bahwa sebenarnya teman2 itu merasa senang dengan perubahan dia dan akhirnya sering berusaha untuk dekat dengan dia
b. jadi banyak mengintervensi urusannya, kita persepsikan bahwa sebenarnya teman2nya itu sangat ingin membantu, hanya saja cara dan bahasa penyampaiannya yang berbeda
c. banyak menggosipkan hal jelek tentangnya, kita persepsikan bahwa teman2 itu sebenarnya sedang mencoba menceritakan masalahmu pada orang lain dan sangat berharap orang lain mendoakan kebahagiaan untukmu
d. sering mencari-cari kesalahannya, kita persepsikan bahwa sebenarnya teman2 itu sedang memberitahumu masalah2 penghambat kesuksesanmu, mereka sangat peduli pada kemajuan dan kebahagiaanmu.
e. ga mau membantu apa yang sebenarnya sangat dia butuhkan, kita persepsikan bahwa sebenarnya teman2 itu berpikir bahwa apa yang sedang ingin kau lakukan itu tidak baik buat kebahagiaan dan kesuksesanmu.
Sebenarnya dari tiap hal negative yang kita pikirkan selalu ada hal positif yang menyertainya hanya saja kadang kita sangat skeptic dan konserpativ, sehingga tidak dapat melihatnya.Ketika kita ingin dimengerti orang lain cobalah terlebih dahulu untuk mengerti orang lain dan juga mengerti diri kita sendiri. Ketika kita susah dan lelah terhadap apa yang kita kerjakan yakinlah bahwa orang lain yang akan menggantikanmu juga akan merasakan hal yang sama, dan kemuliaan yang sangat besar jika kamu mau bertahan di tempat itu dengan niat tulus pada Tuhan bahwa kamu ingin membahagiakan orang lain walaupun orang yang kamu bahagiakan itu tidak akan pernah menyadari perbuatanmu. Dan ketika kamu bahagia ketika melakukan sesuatu atau mendapatkan sesuatu yakinlah orang lain juga akan senang ketika mendapatkannya, dan kemuliaan juga bagi kita jika mau mempersembahkan yang terbaik itu bagi mereka.
Tapi kawan semua perlu diingat juga, baik ataupun buruk hal yang kita lakukan pasti ada yang suka dan adapula yang tidak suka, oleh karena itu Tuhan tidak pernah menyuruh kita untuk disukai semua orang, jadi jangan bangga dengan pujian terhadap apa yang telah kita lakukan, dan jangan juga kecewa terhadap tanggapan orang lain, karena seharusnya semua yang kita lakukan hanyalah untuk menggapai Ridha dan Cinta-Nya, dan dengan menyadari itu semua sapapun anda, saya jamin anda akan selalu bisa berbahagia. ^_^