RSS

Arsip Kategori: Ulasan

Laukna Beunang Caina Angger Herang (Tips Mengajar)

kata yang tercantum pada judul diatas adalah salahsatu filsafat sunda yang memiliki arti yang sangat luar biasa, adapun artinya secara bahasa adalah ” ikannya dapat tapi airnya tetap bening(tidak keruh)” hal ini merupakan prinsip dasar dari keberhasilan seorang pengajar, maksudnya adalah  kita dituntut untuk menyampaikan sesuatu dengan cara yang baik sehingga pesan yang ingin kita sampaikan dimengerti audience namun tidak menimbulkan perpecahan apalagi penolakan secara frontal.

yang jadi pertanyaan adalah bagaimana caranya melaksanakan filsafat itu? mungkin salahsatu cara kita bisa mencontoh pesan yang disampaikan khalifah Umar bin Abdul Aziz kepada anaknya, klo ga salah pesannya adalah sebagai berikut :

“wahai Abdullah(anaknya Umar bin Abdul Aziz), jika kamu hendak menyampaikan sesuatu kepada orang yang kadar keilmuannya lebih rendah darimu sampaikanlah secara rinci dan sampaikanlah secara bertahap dari hal yang paling kecil/ringan baru ke inti permasalahan, jika kamu tidak berbuat demikian maka akan terjadi fitnah”

dari hal tersebut bisa kita tangkap bahwa salah cara penyampaian akan mengakibatkan salah penafsiran ujungnya terjadi saling tuduh dan perpecahan seperti yang banyak kita lihat di negeri ini ( contoh kasus ga usah dsebutin ya,banyak banget di TV :D ) jadi kalo bisa disimpulkan yang harus kita lakukan ketika ingin menyampaikan sesuatu adalah :

1. Pahami audience, mulai dari kebiasaan, adat istiadat dan tingkat kecerdasan

2. untuk audience yang “kurang cerdas” kita harus menyampaikan pesan yang kita bawa secara rinci mulai dari hal yang terkecil

3. untuk audience yang “cerdas” kita harus membawa mereka dulu agar bisa berpikir seperti yang kita pikirkan, arahkan dulu mereka ke alam pemikiran yang mendukung diterimanya pesan yang kita bawa.

4. untuk audience manapun kita harus mencoba menjadi orang yang bisa diterima dulu oleh audience,barulah kita menyampaikan pesan yang kita bawa.

5. ketika menyampaikan pesan kita sendiri harus membuka diri jangan terjebak oleh pesan yang kita bawa,kalau bisa gunakan argumen mereka justru untuk menyampaikan pesan kita.

semoga bermanfaat ^_^

 

Dakwah dengan Hati

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dakwah didefinisikan sebagai kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala sesuai dengan garis aqidah, syari’at dan akhlak Islam. Kata dakwah merupakan masdar (kata benda) dari kata kerja da’a yad’u yang berarti panggilan, seruan atau ajakan.

kata dakwah ini saya kenal sejak SMP, namun saya ikut berkecimpung dalam kegiatan dakwah secara resmi sejak SMA yaitu dengan keikutsertaan saya di kegiatan rohani Islam sekolah yang waktu itu bernama DKM Baabul-arfan semenjak ikut organisasi ini semangat dakwah mulai muncul, keinginan untuk menyerukan kebenaran semakin kuat dan berpikirpun semakin universal, pikiran semula yang penting baik untuk diri sendiri di ubah menjadi keinginan untuk membaikkan orang lain juga, walaupun dari segi keilmuan apalagi pemahaman masih dibilang masih “0″,dengan semangat itu pernah ikut juga organisasi PPMG (Pemuda Pelajar Muslim Garut) yang bergerak di bidang dakwah dengan segmentasi pelajar, PII (pelajar Islam Indonesia) yang tadinya saya kira organisasi ke-islaman karena mengaitkan kata “Islam” pada namanya tp ternyata bukan, sehingga keikutsertaan di organisasi ini hanya bisa dihitung dengan hitungan minggu.

waktu itu PPMG mulai kehilangan aktifitasnya dan dengan semangat yang menggebu-gebu akhirnya meminta beberapa sekolah untuk kumpul dan membuat organisasi baru yang lebih konsern pada dakwah dan kegiatan islam lainnya dan akhirnya terbentuklah FKPMG(Forum Komunikasi Pelajar muslim Garut) dan saya diamanahi sebagai ketuanya.

namun yang akan diceritakan lebih lanjut disini bukanlah perjalanan organisasi dakwah tersebut, tapi saya ingin berbagi tentang apa yang saya pelajari dari aktivitas saya tersebut.  Kegiatan dakwah pelajar pada waktu itu lebih didominasi isu politik,kristenisasi, pemurtadan dan boycott terhadap barang tertentu yang dianggap menyokong kegiatan tersebut. Kegiatan tersebut sebenarnya tidak salah karena dapat mengobarkan semangat “dakwah” pelajar termasuk saya pada waktu itu karena tidak dapat dipungkiri sebagian besar bangsa kita baru bangkit ketika memang merasa sedang terancam dan isu politik saat itu, gencaranya kristenisasi, pemurtadan dan bahkan perang pemikiran adalah hal-2 yang dianggap sangat mengancam.

Cara tersebut akan sangat tepat digunakan bagi mereka yang memang mengerti apa itu dakwah namun kurang tepat jika disampaikan kepada pelajar yang mayoritas masih polos dan belum mengerti apa-apa. Hal ini menjadi tidak tepat karena bukannya dakwah yang tercapai tetapi yang ada adalah menjadi bibit perpecahan yang akan merusak citra dakwah itu sendiri pada khususnya dan Islam pada umumnya.

Hal ini bisa kita lihat dari mindset pelajar bahkan ustadznya itu sendiri yang menganggap cara terbaik untuk menghentikan kegiatan yang mengancam tersebut diatas secara frontal seperti mengadakan demo, meminta perlindungan pemerintah dan boycott produk penyokong kegiatan mengancam tersebut. dan apakah ini semua bisa jadi solusi???

Menurut saya ini bukanlah sebuah solusi mari kita lihat beberapa hal sebagai berikut :

1. Ketika terjadi kegiatan kristenisasi awalnya seringkali kita meminta pemerintah menghentikan hal tersebut dan bukankah itu akan membuat orang yang non muslim menganggap bahwa orang islam itu memaksakan agamanya lewat tangan negara dan berarti pemeluk agama islam juga terpaksa memeluknya karena takut akan paksaan dan tekanan dari lingkungannya bukan karena sadar bahwa memang agama Islamlah yang paling benar.

2. Kita meyakini kebenaran agama Islam dan sangat besar sekali harapan kita agar orang lain juga bsa menyadari bahwa agama Islam itu benar dan akhirnya dengan rela hati melakukan dakwah baik itu mengingatkan saudara kita yang Islam juga bahkan mengajak orang yang belum mengenal Islam sedikitpun, pernahkah kita berpikir bahwa pemeluk agama lain juga merasakan hal yang sama? merasakan kebahagiaan karena memeluk agama mereka dan menginginkan kita merasakan apa yang dia rasakan, dalam hal ini saya tidak ingin menyatakan semua agama benar tapi saya ingin menyatakan bahwa kristenisasi atau apapun namanya adalah suatu hal yang wajar dan mereka tidak harus kita perangi selama mereka tidak menyerang kita, lalu apakah kita harus membiarkan mereka? tentu tidak juga, tapi kita harus mengubah cara kita yang harus kita lakukan adalah meyakinkan mereka bahwa dengan melakukan apa yang diajarkan dalam Islam jauh lebih baik dari yang mereka ketahui dengan cara mengamalkan apa yang Allah perintahkan dalam Al-Qur’an dan yang disampaikan melalui hadits. Tidak bisa kita pungkiri bahwa umat Islam sendirilah yang merusak dan menghancurkan agama dengan mengaku islam namun tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan jika memeluk agama Islam, sehingga pandangan orang luar, Islam itu adalah seperti yang mereka lihat dilakukan oleh “orang Islam”.

Mereka membangun rumah sakit dengan label agama mereka dan memberikan pelayanan terbaik dengan harga yang murah, sementara kita membuat rumah sakit dengan label agama kita memberi pelayanan yang buruk dan diskriminatif dan juga dengan tarif yang lebih mahal.

Mereka memberi santunan penuh kasih terhadap orang2 miskin dan yang kita lakukan adalah demo menghentikan kegiatan mereka karena takut orang2 miskin itu pindah ke agama mereka tanpa memberi santunan dan bahkan dengan leluasanya ditengah orang2 kelaparan itu kita masih membuat masjid-masjid yang megah dan mewah padahal jamaahnya saja tidak ada.

dan masih banyak lagi ironi2 yang kita lakukan,lantas dengan cara itu bisakah tujuan dakwah yang kita inginkan bisa tercapai?pantaskah kita bilang berdakwah padahal Allah telah menyampaikan cara dakwah yang terbaik, dakwah dengan amal perbuatan, dakwah dengan kata2 yang baik, mungkin dengan mengamalkan ajaran Islam mereka tidak lantas suka terhadap apa yang kita kerjakan seperti halnya kita stereotif terhadap mereka begitu juga mereka lebih stereotif lagi pada kita, apapun kebaikan yang kita lakukan tidak akan membuat mereka sadar tapi seengganya kita telah melakukan apa yang seharusnya kita lakukan.

 
1 Comment

Posted by pada 26 Mei 2010 in My Diary, Ulasan

 

Tetaplah Berikhtiar

Ketika orang-orang berbicara sejuta bahasa, tetaplah anda bekerja, hiasi langkah anda dengan kebaikan, perindah lisan anda dengan kebijakan dan pergunakanlah tangan anda untuk menuai manfaat.
Ketika semua orang diam tanpa kata, tetaplah bekerja terusan kerja anda, tetaplah berkarya,
Ketika orang lain saling tuding saling hunus bekerjalah dalam keheningan anda, dalam istirahat anda,
Ketika orang terlelap pada tidur nyenyak mereka, jangan putuskan kerja anda, bekerjalah dengan do’a dan harapan, ” semoga ikhtiar ini menjadi kebaikan bagi kita,keluarga dan seluruh semesta”, maka
Ketika orang lain tergugah dari tidur lelapnya ajaklah mereka untuk melangkah bersama, menyingsingkan lengan baju membuang kemalasan dan kesia-siaan yang bisa mereka lakukan, dan bila mereka tak jua berkenan janganlah berkecil hati, tetaplah bekerja, Bekerja karena hanya itulah yang bisa kita kerjakan,
seperti sang mentari, apapun yang terjadi di bumi tak pernah sedetikpun dia berhenti dari kerja,mengipasi tungku besar raksasanya,menebarkan kehangatan ke seluruh semesta, maka tak ada alasan yang lebih baik untuk keberadaan kita disini, selain bekerja mengubah energi hangat mentari mejadi kebaikan bagi semua.

Ketika orang-orang berbicara sejuta bahasa, tetaplah anda bekerja, hiasi langkah anda dengan kebaikan, perindah lisan anda dengan kebijakan dan pergunakanlah tangan anda untuk menuai manfaat.
Ketika semua orang diam tanpa kata, tetaplah bekerja terusan kerja anda, tetaplah berkarya,
Ketika orang lain saling tuding saling hunus bekerjalah dalam keheningan anda, dalam istirahat anda,
Ketika orang terlelap pada tidur nyenyak mereka, jangan putuskan kerja anda, bekerjalah dengan do’a dan harapan, ” semoga ikhtiar ini menjadi kebaikan bagi kita,keluarga dan seluruh semesta”, maka
Ketika orang lain tergugah dari tidur lelapnya ajaklah mereka untuk melangkah bersama, menyingsingkan lengan baju membuang kemalasan dan kesia-siaan yang bisa mereka lakukan, dan bila mereka tak jua berkenan janganlah berkecil hati, tetaplah bekerja, Bekerja karena hanya itulah yang bisa kita kerjakan,
seperti sang mentari, apapun yang terjadi di bumi tak pernah sedetikpun dia berhenti dari kerja,mengipasi tungku besar raksasanya,menebarkan kehangatan ke seluruh semesta, maka tak ada alasan yang lebih baik untuk keberadaan kita disini, selain bekerja mengubah energi hangat mentari mejadi kebaikan bagi semua.

 

Coretan Aja ^_^

Untuk sahabat2 terbaikku, di setiap kesempatan kita seringkali saling bertukar saran ataupun nasehat, aku kepada kalian ataupun kalian kepadaku, dan pada saat ini aku hanya ingin menuliskan sedikit apa yang pernah kukatakan pada kalian ataupun yang pernah kalian katakan kepadaku.

Seringkali kita saling curhat dan saling minta pendapat satu sama lain, meminta saran untuk mendapatkan jalan terbaik untuk menghadapi suatu masalah, ataupun ketika membutuhkan cermin diri sendiri yang kadang untuk melihatnya tidak cukup hanya sebuah kaca datar yang memantulkan diri, karena ada sisi lain yang hanya dapat dilihat dengan jelas oleh orang lain.

Ketika ada beberapa teman yang meminta saran kadang ditanggapi dengan serius, kadang juga dijawab dengan senyum bahkan gelak tawa, yang kadang menyakitkan penanya tapi kadang juga memang itulah jawaban dari permasalahan itu. Teringat pada suatu hari ada beberapa teman yang meminta saran agar dia bisa memperbaiki diri dan bisa lebih diterima orang lain, sempat terpikir olehku tolol sekali orang ini bertanya kepadaku yang memang lebih suka menyendiri dan hidup hanya sesuai dengan apa yang kusukai, tak pernah sedikitpun bagiku memikirkan bagaimana caranya agar orang2 menyukaiku ataupun mungkin segan dan meghormatiku, aku hanya  ingin bahagia dengan caraku sendiri.

Tapi pikiran itu segera kutepis dan akupun menjawabnya dengan ringan “ ngga ah, paling dikasih tahu juga g bakalan kamu terima =P “ satu kalimat sederhana,namun menurutku akan menimbulkan jawaban yang berbeda-beda, ternyata memang tanggapan mereka berbeda beda, ada yang langsung menjawab “ ah kamu pelit, diminta nasehat aja ga ngasih gimana kalo dimintain duit” dan akupun membalasnya dengan senyuman; adajuga yang mengerti bahwa maksudku adalah dia terlalu keras kepala dan sering ga menerima pendapat orang lain, tapi dia mengerti hanya sampai itu saja tidak ada gelagat sedikitpun dia mau berubah; dan ada juga sahabat yang sangat mengerti dengan kata2 itu bahkan berterimakasih banyak,karena merasa menemukan apa yang harus diperbaiki olehnya.

Namun ternyata masih terdapat masalah yaitu ketika dia mencoba untuk tidak keras kepala dan mengikuti pendapat orang lain dia merasakan kecewa yang sangat besar, dia sangat kecewa karena orang2 yang telah dia coba untuk mengerti, yang telah dia bantu dan yang telah dia terima saran2nya ternyata jangankan membalas berbuat baik padanya bahkan berterimakasihpun tidak, dia tidak mendapatkan bahagia yang dia harapkan dari perubahannya itu, dia ingin teman2nya mengerti dia,mengerti kelelahan hati dan raganya.

Dia berpikir kalo teman2nya malah jadi lebih sering mengganggu hidupnya, jadi banyak mengintervensi urusannya, banyak menggosipkan hal  jelek tentangnya, sering mencari-cari kesalahannya, ga mau membantu apa yang sebenarnya sangat dia butuhkan,hal negative tentang teman2nya pun bermunculan dan kekecewaanya pun semakin menjadi.

Tapi apakah kawan semua setuju dengan perasaan dia?padahal jika kita mau berpikir positif mari kita sedikit bermain kata2 sebagai berikut :

a. teman2nya jadi lebih sering mengganggu kehidupannya, kita persepsikan bahwa sebenarnya teman2 itu merasa senang dengan perubahan dia dan akhirnya sering berusaha untuk dekat dengan dia

b. jadi banyak mengintervensi urusannya, kita persepsikan bahwa sebenarnya teman2nya itu sangat ingin membantu, hanya saja cara dan bahasa penyampaiannya yang berbeda

c. banyak menggosipkan hal jelek tentangnya, kita persepsikan bahwa teman2 itu sebenarnya sedang mencoba menceritakan masalahmu pada orang lain dan sangat berharap orang lain mendoakan kebahagiaan untukmu

d. sering mencari-cari kesalahannya, kita persepsikan bahwa sebenarnya teman2 itu sedang memberitahumu masalah2 penghambat kesuksesanmu, mereka sangat peduli pada kemajuan dan kebahagiaanmu.

e. ga mau membantu apa yang sebenarnya sangat dia butuhkan, kita persepsikan bahwa sebenarnya teman2 itu berpikir bahwa apa yang sedang ingin kau lakukan itu tidak baik buat kebahagiaan dan kesuksesanmu.

Sebenarnya dari tiap hal negative yang kita pikirkan selalu ada hal positif yang menyertainya hanya saja kadang kita sangat skeptic dan konserpativ, sehingga tidak dapat melihatnya.Ketika kita ingin dimengerti orang lain cobalah terlebih dahulu untuk mengerti orang lain dan juga mengerti diri kita sendiri. Ketika kita susah dan lelah terhadap apa yang kita kerjakan yakinlah bahwa orang lain yang akan menggantikanmu juga akan merasakan hal yang sama, dan kemuliaan yang sangat besar jika kamu mau bertahan di tempat itu dengan niat tulus pada Tuhan bahwa kamu ingin membahagiakan orang lain walaupun orang yang kamu bahagiakan itu tidak akan pernah menyadari perbuatanmu. Dan ketika kamu bahagia ketika melakukan sesuatu atau mendapatkan sesuatu yakinlah orang lain juga akan senang ketika mendapatkannya, dan kemuliaan juga bagi kita jika mau mempersembahkan yang terbaik itu bagi mereka.

Tapi kawan semua perlu diingat juga, baik ataupun buruk hal yang kita lakukan pasti ada yang suka dan adapula yang tidak suka, oleh karena itu Tuhan tidak pernah menyuruh kita untuk disukai semua orang, jadi jangan bangga dengan pujian terhadap apa yang telah kita lakukan, dan jangan juga kecewa terhadap tanggapan orang lain, karena seharusnya semua yang kita lakukan hanyalah untuk menggapai Ridha dan Cinta-Nya, dan dengan menyadari itu semua sapapun anda, saya jamin anda akan selalu bisa berbahagia. ^_^

 
Leave a comment

Posted by pada 15 April 2010 in Ulasan

 

KenaPa ?????

Seringkali kita dihadapkan pada sebuah kenyataan yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan, rencana2 matang yang sudah kita buat, seakan-akan tidak ada artinya, sedih, kecewa, bahkan frustasi bisa jadi dirasakan oleh kita ketika menghadapi hal itu.

Saat menghadapi hal tersebut yang awalnya ga ingat dengan tuhannyapun bisa jadi langsung ingat, dia mengadu kepada tuhannya, adapula yang dengan lancangnya menuduh Tuhannya tidak adil, tidak sayang padanya dan hanya menakdirkan penderitaan padanya.

Sahabat semuanya, kita semua pasti pernah merasakan rasanya jadi anak kecil, jadi seorang balita yang lucu dan menggemaskan,namun tidak tahu apa2, ketika saya kecil saya suka sekali bermain dengan benda tajam, seperti jarum, pisau , gunting, golok,dll;semua yang ada didepan saya tak ayal jd sasaran untuk dipotong, diiris atopun ditusuk2 dengan jarum (khusus benda mati ya, ga pernah sedikitpun dilakukan ama orang ^_^) senang sekali rasanya ketika melihat sebuah benda terpotong rapi ataupun bola yang kempes karena ditusuk jarum, tapi apa yang terjadi ketika orang tua melihatnya?? mereka marah2 dan pasti mengambil benda2 tajam tersebut dan menyembunyikannya,dan mereka selalu mengatakn bahwa benda2 itu berbahaya.

sedih,marah dan kesal dirasakan saat itu, kenapa sih orang tua itu maunya mengganggu kesenangan anak,bagaimana bisa barang yang menyenangkan seperti itu dsebut berbahya?? dan tiap ada kesempatan orang tua ga lihat pastilah mencoba bermain2 lagi dengan benda2 itu, sampai akhirnya pada usia kisaran 8 tahun, waktu itu masih duduk di kelas 4 SD akupun ga sengaja terjatuh mengenai benda tajam itu, dan kebetulan mengenai paha dalam sebelah kiri, walhasil mengangalah luka lebar disana dan sakit sekali kurasakan, tp waktu itu ga berani bilang sama orangtua karena malu sendiri dengan apa yang telah kulakukan, aku telah melanggar larangan mereka untuk menjauhi benda tajam,yang akibatnya membuatku terluka dan aku rasa aku sendirilah yang harus menanggung akibatnya.

itu adalah sebuah contoh yang sangat keccil, yang pastinya semua orang pernah mengalami, ketika kita masih kecil kita bisa langsung menyadari bahwa semua larangan dan perintah orang tua adalah untuk kebaikan kita, karena akibatnya bisa langsung terlihat, tapi ketika kita sudah dewasa seringkali kita menjadi seperti anak kecil yang sok tahu, belum tahu akibatnya tapi sudah memvonis suatu masalah akan merenggut kebahagiaan kita, kita seringkali sangat sombong, menganggap apa yang kita rencanakan adalah yang terbaik buat kita, kita lupa kalau Tuhan itu yang Maha Tau, kalau Tuhan itu Maha pengasih dan maha penyayang

Kesedihan,kekecewaan dan penyesalan seringkali dirasakan karena kita terlalu mengandalkan pemikiran dan ilmu kita yang amat sangat sedikit, dan juga karena ketidaksabaran kita untuk menunggu rahasia manis apa yang telah disiapkan oleh Tuhan, jadi bersabarlah sobat, semua yang Tuhan tetapkan pasti yang terbaik buat kita, hanya dua tugas kita yang sebenarnya akan selalu membuat kita bahagia, yaitu SABAR dan IKHLAs.

 
Leave a comment

Posted by pada 30 Maret 2010 in Ulasan

 

Makan Gaji Buta

Suatu pagi seorang pegawai memutuskan untuk menghadap atasannya menyampaikan maksud hati dan segala uneg-unegnya untuk meminta kenaikan gaji. Atasannya kemudian tertawa, mempersilahkannya untuk duduk dan berkata, “Ha… ha… ha…, dengar kawan, anda itu bahkan belum bekerja untuk perusahaan ini meskipun satu hari! Masa sekarang mau minta naik gaji?”

Tentu saja sang pegawai sangat terkejut mendengar hal itu namun atasannya segera meneruskan.. .

Atasan : “Coba katakan ada berapa hari dalam setahun?”
Pegawai: “365 hari dan kadang-kadang 366 hari.”
Atasan : “Betul, sekarang ada berapa jam dalam sehari?”
Pegawai: “24 jam.”
Atasan: “Berapa jam kamu bekerja dalam sehari?”
Pegawai: “Dari jam 08:00 s/d 16:00 jadi 8 jam sehari.”
Atasan : “Jadi, berapa bagian dari harimu yang kamu pakai bekerja?”
Pegawai: “(mulai ngitung dalam hati… 8/24 jam = 1/3) Sepertiga!”
Atasan : “Wah pinter kamu! Sekarang berapakah 1/3 dari 366 hari?”
Pegawai: “122 (1/3×366 = 122 hari).”
Atasan : “Apakah kamu bekerja pada hari Sabtu dan Minggu?”
Pegawai: “Tidak, Pak!”
Atasan : “Berapa jumlah hari Sabtu dan Minggu dalam setahun?”
Pegawai: “52 hari Sabtu ditambah 52 hari Minggu = 104 hari.”
Atasan : “Nah, kalau kamu kurangkan 104 hari dari 122 hari, berapa yang tinggal?”
Pegawai: “18 hari.”
Atasan : “Nah, saya sudah kasih kamu 12 hari cuti tiap tahun… Sekarang kurangkan 12 hari dari 18 hari yang
tersisa itu berapa hari yang tinggal?”
Pegawai: “6 hari.”
Atasan : “Di hari Idul Fitri dan Idul Adha apakah kamu bekerja?”
Pegawai: “Tidak, Pak!”
Atasan : “Jadi sekarang berapa hari yang tersisa?”
Pegawai: “4 hari.”
Atasan : “Di hari Natal dan Tahun Baru apakah kamu bekerja?”
Pegawai: “Tidak, Pak!”
Atasan : “Jadi sekarang berapa hari yang tersisa?”
Pegawai: “2 hari.”
Atasan : “Sekarang sisa tersebut kurangi dengan Libur Waisak, Imlek, Nyepi, 1 Muharram, Maulid Nabi, Isra’ Mikraj, Wafat Yesus, Kenaikan Isa Almasih, Proklamasi.. ., berapa hari yang tersisa?”
Pegawai: “??? Gak ada sisa, Pak.”
Atasan : “Jadi sekarang anda mau menuntut apa?”
Pegawai: “Saya mengerti pak, sekarang saya sadar bahwa selama ini saya sudah makan gaji buta dengan tidak bekerja sedikit pun. Saya minta maaf, Pak.”
Atasan : “Ya udah sana dan jangan coba-coba minta naik gaji lagi yah!”

 
2 Comments

Posted by pada 24 Januari 2010 in Ulasan

 

Letak Kecantikan Wanita

<Photo 1> Untuk Membentuk bibir yang menawan, ucapkanlah kata2 kebaikan, Untuk mendapatkan mata yang indah carilah kebaikan dari setiap orang yang anda jumpai. Untuk mendapatkan bentuk badan yang ideal berikanlah makanan kepada mereka yang kelaparan. Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah, berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan dan anda tidak akan pernah merasa sendiri.

Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakan,bentuk tubuh, atau cara dia menyisir rambut, kecantikan terlihat dari mata,cara dia memandang dunia,karena dimatanya terletak gerbang menuju setiap hati manusia,dimana cinta berkembang,

Kecantikan wanita bukan dilihat dari halusnya wajah, tapi pada kecantikan yang murni,yang langsung terpancar dari jiwanya yang bersih yang selalu penuh kasih dan perhatian, dan kecantikan itu takkan surut karena waktu, takkan keriput karena usia senja, kecantikan yang akan selalu dikenang sepanjang waktu.

 
2 Comments

Posted by pada 24 Januari 2010 in Ulasan

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 724 pengikut lainnya.