RSS

Pohon Buatan (Artificial Trees), Konsep Sederhana untuk Kehidupan yang lebih Baik

Seperti yang kita semua ketahui, pohon banyak memiliki fungsi vital bagi kehidupan kita di muka bumi ini, namun masih banyak orang yang enggan membudayakan menanam pohon sehingga banyak terjadi masalah lingkungan saat ini seperti banjir, longsor dan juga pemanasan global.

Namun tidak sedikit juga orang yang sudah mulai mengerti keadaan ini dan mulai peduli dengan lingkungan sehingga banyak muncul slogan “Go Green”, sayangnya banyak yang mengartikan Go Green itu sebagai sikap yang menggunakan sesuatu yang bersumber dari alam langsung seperti rumah dari kayu, ataupun peralatan dari kayu dan bahan alami lainnya,sehingga makin memperburuk situasi karena makin banyak pohon yang ditebang sedangkan yang menanam sedikit.

Menurut saya ada beberapa faktor yang membuat orang enggan menanam pohon, diantaranya sebagai berikut :

a. sebagai mahluk hidup pohon perlu tumbuh dan berkembang guna memaksimalkan fungsi pohon itu sendiri dan banyak orang yang tidak mau direpotkan untuk memelihara pohon;

b. tumbuh kembangnya pohon juga menjadi masalah karena keterbatasan ruang terutama di daerah perkotaan;

c. keberadaan pohon di pinggir jalan raya banyak dianggap sebagai solusi, tapi tidak bisa dipungkiri juga jika tidak dirawat akan mengganggu estetika dan kenyamanan, belum lagi resiko pohon tumbang yang akan membahayakan pengguna jalan dan daerah sekitar pohon tersebut;

dari kendala-kendala tersebut menurut saya dibutuhkan pengembangan teknologi pohon buatan yang memiliki fungsi sama banyak dengan pohon yang asli bahkan mungkin bisa lebih banyak tanpa membawa kendala yang sama dengan pohon asli.

Untuk itu menurut saya pohon buatan itu sekurang-kurangnya memiliki spesifikasi sebagai berikut :

a. memiliki struktur akar yang kuat tapi kecil dan memiliki saluran ditengahnya sehingga memaksimalkan gaya kapiler dalam rangka memaksimalkan penyerapan air tanah

b. memiliki batang yang kokoh namun pleksibel dan di beberapa bagian memiliki lubang saluran udara yang dapat memecah atau meneruskan udara jika terjadi badai sehingga pohon itu tidak mudah tumbang,

c. pada batang pohon di tambah panel lampu yang bisa di rekayasa secantik mungkin yang nantinya bisa menyala dimalam hari dengan menggunakan daya yang bisa didapat dari solarĀ  cell yang dipasang pada beberapa permukaan daun

d. pada beberapa penampang daun dipasang solar cell sebagai sumber tenaga lampu seperti yang disebutkan pada poin “c”, dan juga sebagai sumber tenaga untuk memperkuat daya hisap pipa kapiler

e.didalamĀ  batang pohon dipasang tabung untuk menampung air yang diserap dari akar dan juga dilengkapi teknologi nano filter sehingga air tersebut bisa langsung diminum, jadi ditambahkan keran juga pada batang pohon.

f. jika tabung penyimpanan penuh maka dibuat saluran yang mengeluarkan kelebihan air tersebut yang berpangkal pada beberapa penampang daun, sehingga berbentuk seperti embun buatan.

g. Solar cell juga berfungsi untuk proses fotosintesa.

mohon maaf untuk sementara belum ada gambar detail yang mempermudah gambaran tentang pohon buatan ini karena penulis tidak punya latar belakang menggambar, namun besar harapan saya bagi setiap yang membaca agar dapat mengembangkan konsep ini menjadi lebih baik, lebih berdaya guna dan bisa direalisasikan,

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28 Maret 2013 in My Diary

 

Bangkitlah Wahai Pemuda

Gambar

Pemuda,
bangkitmu membesarkan harapan
tegak badanmu menggetarkan lawan
bentang cakrawalamu penentu masa depan

pemuda,
jatuh bangun bangsa ini adalah peranmu
maju mundur negara ini adalah tanggung jawabmu
terang gelap persada ini tergantung sikapmu

pemuda,
aliran darahmu penentu semangat
kokoh tulangmu penentu kemenangan
genggam tanganmu penentu kejayaan

pemuda,
santun sikapmu membuat orang segan
tegap badanmu membuat takut lawan
derap langkahmu membangkitkan

bangkitlah wahai pemuda Indonesia
bangkitlah dengan penuh semangat
bangkitlah dengan penuh kekuatan
bangkitlah dengan penuh kecerdasan

bangkitlah wahai pemuda indonesia
satukan visi menyongsong masa depan
hentakkan langkah untuk kejayaan
ikhlaskan hati dan kitapun pasti menang

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 Oktober 2012 in Puisi

 

Maafkan Aku, Ibu

Saya termasuk orang yang irit berkata-kata dan terkenal pendiam, dan saya juga memang lebih senang menunjukkan sesuatu bahkan perasaan saya juga dengan tindakan, sedikit sekali saya berbicara paling berbicara juga kalo memang ada topik yang serius untuk diperbincangkan, dan keluarga sayapun sudah mafhum dengan sikap saya contohnya ketika ada yang berulang tahun saya ga pernah mengucapkan Selamat Ulang Tahun paling langsung membelikan suatu barang untuk mereka yang berulang tahun.

Waktu itu tanggal 19 Juni Ibu saya berulang tahun, sebagai hadiah saya membelikan beliau Al-Qur’an terjemahan yang menurut saya cocok untuk beliau karena fontnya besar dan jelas, maklum ibu saya sudah berusia 50 tahun, jadi kalo baca Al-Qur’an versi biasa sudah harus menggunakan kacamata. Setelah Al-Qur’an itu diberikan Ibu merasa senang dan berterima kasih, tapi seperti biasa saya tidak mengucapkan kata-kata “Selamat Ulang Tahun” jadi terkesan memberi biasa saja, awalnya tidak ada masalah, tetapi pada tanggal 15 Juli giliran Ibu mertua saya yang berulang tahun, dan saat itu justru saya tidak memberikan apa-apa karena menurut rekomendasi istri itu ga perlu, jadi saya dan istri hanya mengucapkan “selamat Ulang Tahun” dan makan-makan bersama keluarga.

Mengetahui hal tersebut Ibu saya berseloroh “wah mentang2 sudah punya Ibu baru ya lupa ama yang lama”, saya pun bingung dan takut berlaku tidak adil lalu bertanya “lho koq kenapa gitu bu?”, “iya giliran ibu ulang tahun ga ngasih ucapan tapi giliran mertua yang ulang tahun malah makan-makan segala”ujarnya, “kan yang Al-Qur’an itu kado ulang tahun bu?terus makan2 juga kan diajak aja ya ikut”akupun beralasan,”Al-Qur’an itu kan hadiah aja bukan hadiah ulang tahun” ibu ku pun tetep ngotot,”yaudah deh bu maafin ya aku memang salah” akupun akhirnya mengalah.

Mungkin di situasi saya ibu masih bercanda tetapi tetap saja harus dipikirkan, karena kata-kata merupakan bentuk perhatian yang paling mudah, seharusnya saya tidak terlalu irit berkata-kata, tapi ga lebay juga, apalagi sekarang punya dua ibu saya harus bisa terlihat tidak membeda-bedakan, karena hati seorang Ibu bisa jadi sangat sensitif.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Oktober 2012 in My Diary

 
Kutipan

Jangan pernah takut terhadap apa yang belum terjadi, tetapi mempersiapkan diri tidak pernah membuat kita merugi, dan diri yang siap bisa membuat masalah menjadi kesempatan

Jangan pernah takut terha…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 September 2012 in My Diary

 
Kutipan

Jangan menyesali apa yang sudah terjadi, karena waktu tidak akan pernah bisa dimundurkan kembali, tetapi ambillah pelajaran darinya karena sejarah kadang berulang

Jangan menyesali apa yang…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 September 2012 in My Diary

 

Teruntuk Istriku Tercinta

Wahai pelita hatiku,

wahai penyejuk jiwaku,

hari hariku tak pernah lagi sama

kedatanganmu mengubah segalanya

hadirmu mengisi hampa hidupku

cinta tulusmu menentramkanku

tatap matamu menyinari hari-hariku

senyum manismu menghangatkanku

dalam heningku terbayang senyum manjamu

dalam ramaiku terlukis tawa ceriamu

manis wajahmu menahan pandanganku

lembut hatimu menjaga sikapku

sujud syukurku kepada penciptamu

terimakasihku kepada orangtua yang telah membesarkanmu

tidak pernah terpikir ada pasangan hidup sepertimu

terimakasih telah menerimaku dengan semua kekuranganku

hanya janji setia yang bisa kuberikan kepadamu

hanya kepadamu.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 September 2012 in My Diary

 
Kutipan

Kita wajib untuk selalu berusaha melakukan hal baik dan bersikap baik terhadap orang lain, tetapi orang lain tidak wajib melakukan itu pada kita jadi jangan sakit hati terhadap perbuatan orang lain kepada kita tetapi jadilah pribadi yang kuat dan selalu siap menghadapi apapun

 

Be Strong